Respons Pemerintah Saat Bos Big Blue Taxi Malaysia Hina RI Karena Kehadiran GO-JEK

UANG | 29 Agustus 2019 16:44 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani, angkat suara terkait dengan ucapan Pendiri layanan Big Blue Taxi, Shamsubahrin Ismai yang sempat menyinggung masalah kemiskinan di Indonesia. Pernyataan itu dilontarkan buntut dari rencana masuknya GO-JEK ke Malaysia.

Dia pun menyayangkan pernyataan sikap bos perusahaan taksi yang berbasis di Malaysia itu. Menurutnya, itu tidak perlu disampaikan karena akan menimbulkan ketegangan baik dari pihak aplikator maupun masyarakat Indonesia.

"Padahal kan kita tidak ada untuk mendiskreditkan satu dengan yang lain. Saya kira intinya kita satu rumpun tidak usah menjelek-jelekkan satu rumpun ini," kata dia saat ditemui di Jakarta, Kamis (29/8).

Sementara saat disinggung terkait tidak diterimanya aplikator karya anak bangsa di Negeri Jiran tersebut dirinya tidak memberikan pandangan secara luas. Sebab, menurut dia, itu adalah hak dari negara tersebut.

"Kalau ojol (ojek online) tidak diterima di Malaysia ya itu tergantung negaranya bukan tergantung kita. Itu timnya mereka lah kenapa dia tidak menerima itu alasannya dari mereka," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, layanan ojek online GO-JEK disebut segera mengaspal di Malaysia. Pemerintah Malaysia pun telah memberi persetujuan soal rencana masuk dan beroperasinya GO-JEK di rapat kabinet mereka.

Melansir laporan Liputan6.com, sebelum mengaspal, pemerintah Malaysia mengaku akan meninjau regulasi yang ada sebelum memberikan persetujuan resmi soal beroperasinya GO-JEK. Kabar ini disampaikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq, dalam video yang diunggahnya ke Twitter.

Baca juga:
Amazon Disebut Bakal Tanamkan Modal di Go-Jek
Kemenperin Gandeng GO-JEK dan Grab Uji Coba Motor Listrik
Go-Jek Gelar Seminar Ajak pelaku UMKM Melek Teknologi
Setelah Go-Jek, Astra Buka Peluang Beri Suntikan Modal ke Digital Startup Lain
Gojek Segera mengaspal di Malaysia, Dapat Kecaman Dari Layanan Taksi
Go-Jek Masuk Deretan Perusahaan Pengubah Dunia versi Fortune
BCA, Go-Jek Hingga Indomie Masuk 50 Merek Paling Berharga di RI

(mdk/bim)