Rhenald Kasali: Tahun Depan Sektor Keuangan Akan Berdarah-darah

UANG | 19 November 2018 17:36 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Revolusi industri 4.0 membawa dampak besar terhadap perekonomian dunia. Terutama bagaimana hal ini membawa pergeseran drastis terhadap industri ekonomi tertentu.

Guru Besar Manajemen Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali mengungkapkan, salah satu yang terdampak besar akibat industri 4.0 ialah sektor keuangan. Industri perbankan dinilai harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang kini pertumbuhannya semakin pesat.

"Tahun depan yang akan berdarah-darah adalah sektor keuangan, karena sekarang sudah ada 200 fintech baru yang terdaftar. Mereka sudah mulai kumpulkan uang dari masyarakat," tuturnya di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Senin (19/11).

Rhenald melanjutkan, kedepannya, keberadaan teller suatu bank semakin tidak urgen atau tidak dibutuhkan. Masyarakat pun semakin banyak yang tidak mengunjungi kantor cabang perbankan.

"Bank sekarang sudah tidak mulai buka kantor cabang, teller sudah tidak diperlukan, orang ke kantor cabang sudah jarang. Bank tidak lagi perlu tenaga kerja yang besar seperti dulu, tapi bank akan membuat anak usaha, akan rangkul fintech," terangnya.

Rhenald melanjutkan, efisiensi pada industri perbankan kedepan akan semakin kurang produktif. Laporan keuangan pun dipandang akan berubah menyesuaikan perkembangan yang terjadi.

"Tahap awal, bank tidak kurangi karyawan, tapi perlahan akan menjadi kurang efisien, laporan keuangannya pun akan mengalami perubahan. Dalam jangka pendek, fintech akan naik, sampai fintech mulai optimal, lapangan kerja di bank akan mulai berkurang," kata dia.

Rhenald menekankan, kultur transaksi pembayaran yang kini semakin digalakkan untuk cashless (tanpa uang kertas) akan menggeser keberadaan anjungan tunai mandiri (ATM) kedepannya.

"Sekarang belum sepenuhnya bank kurangi pekerja, tapi tidak ekspansi juga. Tidak buka kantor cabang baru, kan tidak ada gunakan, jadi nanti mesin ATM kedepan juga akan hilang," pungkas dia tegas.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Cegah Kerugian Konsumen, OJK Diminta Atur Besaran Bunga Pinjaman Fintech
Hingga Hari Ini, YLKI Terima 200 Aduan Terkait Fintech
Menteri Sri Mulyani Ingatkan Perbankan Adaptif Terhadap Inovasi Fintech
Bos Perbanas Sebut Fintech Jadi Tantangan Perbankan di Era Digital
Perbanas Kembali Gelar I8BEX 201, Bahas Eksistensi Fintech di Industri Keuangan
Lokasi Pusat Data Tak Jamin Keamanan dan Perlindungan Data Konsumen
OJK Bocorkan 5 Ciri Fintech Ilegal, Termasuk Minta Akses Data Pribadi

(mdk/bim)