RI Layangkan Nota Keberatan ke WTO Soal Pengenaan Bea Masuk Biodiesel

UANG | 16 Agustus 2019 13:27 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan Indonesia telah mengirimkan nota keberatan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) terkait pengenaan bea masuk anti subsidi (BMAS) sebesar 8 hingga 18 persen terhadap impor biodiesel asal Indonesia ke Uni Eropa.

"Kita menyampaikan surat keberatan. Sudah disampaikan. Harusnya paling lambat hari ini. Isinya nota keberatan ke WTO," kata Enggar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8).

Meskipun demikian, dia enggan membeberkan secara terperinci apa saja yang menjadi poin-poin yang dimasukkan dalam nota keberatan tersebut. "Iya. Kan ada batas waktu 15 hari untuk menyampaikan nota keberatan. sudah disampaikan kesana," ujar dia.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendag Oke Nurwan pun membenarkan bahwa nota keberatan telah dilayangkan Indonesia. Salah satu poin yang ditekankan Indonesia terkait penerapan bea masuk 8 hingga 18 persen.

Meski demikian, dia pun enggan membeberkan secara terperinci isi nota keberatan tersebut. Sebab berada dalam kewenangan Ditjen Perdagangan Luar Negeri.

"Untuk biodiesel iya. Kalau itu kan ada batasannya kemarin 15 hari, sudah kita sampaikan. Nota keberatannya saya kan tidak bikin jadi Pak Wisnu (Direktur Jenderal Perdagangan Luar Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana) yang bikin," tandasnya.

Baca juga:
Jokowi Ingin Indonesia Bisa Produksi Avtur dari Kelapa Sawit
Pertamina: Bahan Bakar Olahan Sawit Hemat Impor USD 500 Juta per Tahun
Presiden Jokowi Minta B50 Mulai Diterapkan di 2020
Arcandra Tahar: Program B20 Hemat Impor Solar USD 1,66 Miliar
Semester I-2019, Penyerapan Biodiesel Capai 3,29 Juta Ton
Pemerintah Yakin Menangkan Sengketa Bea Masuk Biodiesel Eropa

(mdk/azz)