Robot Canggih yang Mampu Berkomunikasi dengan Manusia akan Hadir di Disrupto 2019

UANG | 22 November 2019 18:09 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - WIR Group kembali menggelar DISRUPTO untuk yang kedua kalinya. Acara yang berlangsung selama 22-24 November tersebut mengangkat tema The Future of Humanity dan digelar di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.

WIR Group merupakan perusahaan teknologi asal Indonesia dan pemimpin pasar dalam teknologi digital reality (artificial intelligence, augmented reality dan virtual reality) di Asia Tenggara.

Dalam acara tersebut, akan dipamerkan beberapa teknologi canggih saat ini. Yang akan hadir menjadi pembicara dalam acara ini di antaranya adalah Furhat Robotik yang mampu berkomunikasi 2 arah dengan ekspresi wajah dan gesture yang natural, akan berada di session The Human Interface di stage DISRUPTO Hall.

Kemudian Tilly Lockey, seorang gadis berusia 14 tahun yang menjadi manusia bionic dengan tangan 'robot', akan hadir di session Being Different is the New Normal. Selain itu, Cyberdyne yang merupakan sebuah perusahaan robot asal Jepang yang membuat robot untuk membantu para kaum lansia dan disabilitas dalam mobilitasnya.

Selain itu akan dipaparkan mengenai kontribusi teknologi dalam memicu perkembangan sektor ritel dan konsumen di Indonesia melalui digital reality.

CEO & Co–Founder WIR Group, Michael Budi mengatakan, WIR Group juga memaparkan pemanfaatan AI, AR dan VR yang inklusi karena dapat digunakan dalam berbagai sektor industri di Indonesia akan meningkat sebagai solusi bagi bisnis di beragam sektor dan transformasi perusahaan.

"The Future of Humanity yang merupakan tema DISRUPTO tahun ini dalam kaitannya dengan pemanfaatan teknologi untuk inklusi yaitu untuk mereka yang tinggal di daerah urban dan non-urban. WIR Group memiliki misi untuk menciptakan platform teknologi baru yang tidak hanya memberikan manfaat tetapi juga memberdayakan masyarakat yang mendorong DISRUPTO 2019, mengangkat tema manfaat yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi yang diiringi dengan sisi humanity," kata dia, saat konferensi pers pembukaan, di Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat (22/11).

Acara ini juga akan dihadiri oleh beberapa CEO dari berbagai industri yang menjadikan era disrupsi ini sebagai peluang untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dia menjelaskan WIR Group beroperasi dengan prinsip bisnis fundamental dan optimis dalam melihat perkembangan pemanfaatan digital reality di beragam sektor, terutama mereka yang ingin bertransformasi.

"Perjalanan kami dimulai sejak tahun 2009 ketika kami mendirikan WIR Group dan hingga kini telah melayani lebih dari 1000 proyek di 20 negara, termasuk Amerika, Jerman, Spanyol, Nigeria, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Myanmar dan beberapa negara lain," ujarnya.

Dalam WIR Tech Outlook di acara DISRUPTO tersebut, WIR Group memaparkan digital reality menjadi salah satu strategi perusahaan dalam mengembangkan dan bertransformasi ditengah terus didorongnya infrastruktur untuk terus tumbuh di Indonesia.

1 dari 1 halaman

Teknologi di Sektor Ritel

Sementara itu International Data Corporation memperkirakan anggaran teknologi informasi pada sektor ritel akan tumbuh 17 persen per tahun hingga 2021, sehingga menjadikan sektor ritel menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat untuk belanja teknologi di Indonesia.

IDC memperkirakan sektor ritel akan memprioritaskan transformasi digital untuk meningkatkan business operations, customer engagement dan pemahaman yang lebih baik tentang referensi berbelanja konsumen.

Michael Budi juga mengatakan dalam WIR Tech Outlook di DISRUPTO, Industri ritel merupakan salah satu industri yang memiliki pertumbuhan tercepat dengan konsumen yang menuntut diferensiasi dalam pengalaman mengkonsumsi dan berbelanja.

"Sehingga teknologi digital reality berperan sebagai solusi strategis dalam pengembangan bisnis dan transformasi. Teknologi digital reality bersifat inklusif karena bisa diterapkan di beragam sektor seperti fintech, kesehatan, agrikultur, transportasi dan pelayanan informasi di bandara serta lainnya," ujarnya.

Dalam kesempatan serupa, Executive Chairman & Co-Founder DISRUPTO, Daniel Surya mengatakan DISRUPTO digagas untuk menunjukkan kepada masyarakat Indonesia sejauh mana perkembangan teknologi yang sudah terjadi saat ini.

"Dan mendorong masyarakat agar lebih adaptif. Kami juga ingin menunjukkan bahwa teknologi baru ini tidak semerta-merta hanya demi kepentingan perusahaan semata, melainkan juga bermanfaat bagi umat manusia," ujarnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Cerita Bupati Banyuwangi Manfaatkan Teknologi untuk Tekan Kemiskinan
Fore Coffee Gandeng Airy Ekspansi 1.000 Titik di Seluruh Indonesia
Peran Guru Tak Bisa Tergantikan Meski di Era Digital
JavaMifi Genjot Pasar Wisatawan Asing dari Jepang
Deretan Strategi Pemerintah Tekan Emisi Karbon Sesuai Paris Agreement
Microsoft Nonaktifkan Cortana di iOS dan Android

TOPIK TERKAIT