Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.427 per USD

Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.427 per USD
Rupiah. ©2013 Merdeka.com
UANG | 17 Maret 2021 15:47 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah ditutup melemah 17 poin walaupun disesi siang sempat melemah 40 poin di level Rp14.427 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.410 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat direntang Rp14.400 hingga Rp14.450 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pemerintah secara terang-terangan memiliki kekhawatiran terhadap ancaman ekonomi di masa yang akan datang bukan hanya buruk bagi Indonesia, tapi juga dunia. Hal ini dikarenakan kebijakan stimulus yang jor-joran sehingga mengakibatkan harga-harga komoditas melonjak lebih tinggi.

"Kekhawatiran ini kemudian diketahui berdasarkan Laporan World Economic Forum (WEF) bertajuk The Global Risk Report 2021. Laporan ini tentang bagaimana banyak negara dihadapkan konsekuensi atas kebijakan yang diambil ketika menghadapi pandemi," ujar Ibrahim dalam riset harian, Jakarta, Rabu (17/3).

Berbagai risiko diidentifikasi dengan adanya kebijakan countercyclical seluruh negara di dunia. "Ke depan kita melihat berbagai risiko asset bubbles, price instability, commodity shocks and debt crises dan risiko geopolitik," jelas Ibrahim.

Sementara itu dalam jangka waktu 10 tahun ke depan, risiko yang perlu dikhawatirkan adalah cuaca ekstrim, kegagalan tindakan iklim dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh manusia. Oleh karena itu untuk menghindari hal tersebut maka pemerintah sepertinya tidak punya pilihan lain, selain pulih lebih cepat.

"Pemulihan ini kan salah satu fungsinya adalah confident masyarakatnya pulih dalam aktivitas ekonomi, mulai dari konsumsi, investasi, belanja rumah tangga, dan lain-lain. Sehingga ancaman besar tersebut tidak melanda ekonomi tanah air. Khususnya untuk jangka pendek dan menengah," jelasnya.

Selain itu Bank Indonesia, kata Ibrahim, harus bisa memanfaatkan situasi seperti ini dengan strategi bauran ekonominya guna untuk bisa menstabilkan mata uang rupiahnya. Kebijakan tersebut bukan fokus ke menurunkan suku bunga acuan tetapi tetap melakukan intervensi di pasar obligasi dan valas di perdagangan DNDF. (mdk/azz)

Baca juga:
Rupiah Melemah Jelang Pengumuman Hasil Rapat The Fed
Tertekan Imbal Hasil Surat Utang AS, Rupiah Ditutup Melemah di Rp14.410 per USD
Kurs Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.403 per USD
Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp14.385 per USD
Pasar Tenaga Kerja AS Mulai Pulih, Rupiah Menguat ke Rp14.340 per USD
Rupiah Ditutup di Rp14.405 per USD Dipengaruhi Ekspektasi Pemulihan Ekonomi AS

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami