Rupiah Ditutup Merosot ke Rp14.525 per USD Dipicu Tingginya Imbal Hasil Obligasi AS

Rupiah Ditutup Merosot ke Rp14.525 per USD Dipicu Tingginya Imbal Hasil Obligasi AS
rupiah. shutterstock
UANG | 31 Maret 2021 18:16 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Nilai tukar atau kurs Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore ditutup melemah seiring masih tingginya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Rupiah ditutup melemah 45 poin atau 0,31 persen ke posisi Rp14.525 per USd dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.480 per USD.

"Dolar menguat terhadap mata uang utama, karena percepatan vaksinasi AS dan rencana paket stimulus utama memicu ekspektasi inflasi dan meningkatkan imbal hasil obligasi," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu (31/3).

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam 14 bulan yaitu 1,77 persen pada Selasa (30/3), sehari sebelum Presiden AS Joe Biden akan menguraikan bagaimana rencana infrastruktur senilai USD 3 triliun akan didanai.

Biden juga menargetkan membuka program vaksin Covid-19 AS untuk 90 persen orang dewasa Amerika pada 19 April di awal minggu.

Di sisi data, indeks Keyakinan Konsumen CB Conference Board pada Selasa (30/3) kemarin melonjak menjadi 109,7 pada Maret, level tertinggi sejak awal Covid-19 dan naik dari 90,4 pada Februari lalu.

Investor sekarang menunggu laporan ketenagakerjaan AS untuk Maret, termasuk data ketenagakerjaan non pertanian atau non-farm payrolls, yang akan keluar pada Jumat (2/4).

Investor akan mengamati angka-angka tersebut dengan cermat setelah bank sentral AS The Federal Reserve mengutip pasar tenaga kerja yang lesu karena sikap dovish-nya yang berkelanjutan pada suku bunga.

Sementara sikap The Fed yang telah meningkatkan prospek ekonomi, juga terus meningkatkan kekhawatiran inflasi.

"Selain itu, permintaan valas korporasi juga tinggi. Jelang akhir kuartal, kebutuhan valas memang tinggi karena ada kewajiban pembayaran dividen, utang jatuh tempo, dan sebagainya. Rupiah jadi banyak dilepas untuk ditukar dengan valas, utamanya dolar AS. Faktor musiman ini yang membuat rupiah melemah," ujar Ibrahim.

Baca Selanjutnya: Rupiah Pagi Hari...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami