Rupiah melemah, KIA tetap yakin mobil impornya laku di Indonesia

UANG | 19 September 2013 14:09 Reporter : Sri Wiyanti

Merdeka.com - Kondisi nilai tukar Rupiah yang masih belum bergairah terhadap USD diakui memberikan dampak negatif kepada sektor otomotif. Dampak pelemahan Rupiah sangat terasa karena sebagian besar komponennya memiliki kandungan impor tinggi.

Direktur Marketing PT KIA Mobil Indonesia Hartanto Sukmono mengatakan pelemahan nilai tukar sudah pasti berimbas kepada kenaikan harga mobil di pasaran. Kenaikan harga mobil dipengaruhi oleh tiga hal, yakni komponen valas, biaya di dalam negeri dan aturan di industri mobil Tanah Air.

"Kalau faktor valas, begitu USD naik ya otomatis naik," ujar Hartanto di IIMS, JI Expo, Jakarta, Kamis (19/9).

Saat ini, impor mobil ke dalam negeri terbagi menjadi dua cara, yakni secara CBU atau melalui impor manufaktur. Kemudian cara kedua adalah dengan cara impor dalam bentuk CKD. "Semuanya mengandung komponen USD. Kalau CBU itu 100 persen adalah dari impor berarti sangat mempengaruhi sekali," papar Hartanto.

Namun demikian, Hartanto menilai pasar Indonesia masih sangat besar. Pihaknya masih akan meluncurkan dua produk mobil lagi di ajang IIMS, yakni KIA Optima dan KIA Sorento untuk meramaikan pasar otomotif dalam negeri.

"Optima ingin total 100 unit sampai akhir tahun. Sorento per bulan kira-kira 100 unit. Yang diesel maupun yang bensin. Semua produk KIA adalah produk CBU jadi diproduksi di Korea," tutup Hartanto. (mdk/idr)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.