Rupiah melemah, Toyota naikkan harga Rush, Agya serta Calya

UANG | 2 Oktober 2018 13:58 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - PT Toyota Astra Motor (TAM) menaikkan harga Voxy, Rush dan Agya serta Calya pada Oktober 2018. Keputusan ini diambil karena adanya kenaikan biaya produksi dan pelemahan nilai tukar Rupiah.

"Dalam menentukan harga, banyak faktor yang mempengaruhi. Baik dari faktor internal maupun eksternal," kata Eksekutif GM PT Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto seperti ditulis Antara di Jakarta, Selasa (2/10).

Pihaknya telah mempertimbangkan secara matang penyesuaian harga yang dilakukan terhadap MPV medium (Voxy), model terbaru SUV yang sedang laris (Rush) dan dua LCGC (low cost and green car) yaitu Agya dan Calya.

"Penyesuaian (harga) ini sudah dipertimbangkan dan disiapkan jauh-jauh hari dengan melihat beberapa faktor, misalnya saja exchange rate, cost produksi, dan masih banyak lagi," kata Soerjo panggilan Fransiscus Soerjopranoto.

Adapun kenaikan harga ke empat model tersebut adalah Voxy naik sekitar Rp 4 juta menjadi Rp 458,25 juta per unit.

Toyota All New Rush naik sekitar Rp 2,1 juta per unit sehingga empat varian dibandrol dengan harga mulai dari Rp 242,15 juta (untuk varian G M/T) sampai dengan Rp 263,55 juta (TRD Sportivo A/T) juta per unit.

Sementara duo LCGC, Agya dan Calya naik masing-masing Rp 1,6 juta per unit.

Harga Toyota Calya kini dibandrol mulai dari Rp 134,35 juta (untuk varian standar MT/C) sampai dengan Rp 154,70 juta (untuk varian 1.2 G A/T) per unit.

Sedangkan Toyota New Agya kini harganya mulai dari Rp 135,15 juta (untuk varian 1.0 G M/T) sampai Rp 155,55 juta (untuk varian 1.2 A/T TRD) per unit.

"Kenaikan yang kami lakukan ini tentu tetap mengedepankan customer sebagai pertimbangan utama," ujar Soerjo.

Baca juga:
Rupiah terus anjlok sentuh level Rp 14.998 per USD
Sempat menguat, Rupiah kembali anjlok sentuh level Rp 14.912 per USD
Rupiah dibuka merosot ke level Rp 14.944 per USD
Per September 2018, Rupiah melemah hingga 8,97 persen
BI optimistis tekanan pada Rupiah mereda pada 2019, ini alasannya
Rupiah merosot ke level Rp 14.922 per USD meski BI sudah naikkan suku bunga acuan

(mdk/idr)