Rupiah Menguat ke Rp 14.245 per USD Didorong Penundaan Tarif Impor China oleh AS

UANG | 14 Agustus 2019 17:25 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore menguat didorong penundaan pengenaan tarif impor barang-barang China oleh Amerika Serikat.

Rupiah menguat 80 poin atau 0,56 persen menjadi Rp 14.245 per USD dari sebelumnya Rp 14.325 per USD.

"Penangguhan sementara dalam perang perdagangan mendukung penguatan mata uang Rupiah tetapi kemungkinan optimisme sudah memudar karena tidak ada solusi cepat untuk pertikaian perdagangan, yang telah mengancam pertumbuhan ekonomi global," kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu.

Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa (13/8) lalu membatalkan tenggat waktu 1 September hingga Desember untuk pengenaan tarif 10 persen pada impor produk China yang tersisa, menunda bea pada ponsel, laptop dan barang-barang konsumsi lainnya, dengan harapan mengurangi dampaknya terhadap penjualan AS.

Meski begitu, negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan China telah maju dan berkembang. Begitu banyak investor dan analis telah mengurangi harapan untuk resolusi dalam waktu dekat.

Rupiah pada pagi dibuka menguat Rp 14.235 per USD. Sepanjang hari, Rupiah bergerak di kisaran Rp 14.220 per USD hingga Rp 14.253 per USD.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu ini menunjukkan, Rupiah menguat menjadi Rp 14.234 per USD dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.283 per USD.

(mdk/idr)