Saat Tol Layang Jakarta-Cikampek Padat, Kemenhub Imbau Pengendara Tak Memaksa Masuk

Saat Tol Layang Jakarta-Cikampek Padat, Kemenhub Imbau Pengendara Tak Memaksa Masuk
Tol Layang Jakarta-Cikampek. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani
EKONOMI | 24 Desember 2019 10:27 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan, bersama Kementerian PUPR, Kepolisian, dan Jasa Marga turut akan mengevaluasi guna mencari solusi kemacetan di titik akhir tol layang Jakarta-Cikampek. Kemenhub menilai kemacetan yang terjadi saat ini wajar karena tingginya volume kendaraan.

"Saat saya mendengar persoalan mengenai adanya kemacetan pada saat pintu keluar tol, menurut saya itu hal yang wajar karena kapasitas jalan yang terbatas. Sedangkan volume kendaraan yang tinggi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa (24/12).

Kemenhub turut mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melewati jalan Tol Layang Japek bila kepadatan lalu lintas mulai terlihat. Selain itu, pengguna jalan diminta memastikan kondisi kendaraannya dalam keadaan prima dan bensin masih mencukupi.

"Kami juga terus melakukan koordinasi dengan Jasa Marga selaku operator untuk melakukan patroli di tol layang mengenai persediaan BBM darurat bagi masyarakat yang kehabisan bensin saat berada di atas jalan tol layang," kata Dirjen Budi.

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek ini diharapkan pemerintah dapat memudahkan masyarakat dalam menempuh perjalanan menuju Jakarta-Cikampek atau sebaliknya. Sehingga dapat memberi solusi terhadap keluhan masyarakat terkait kemacetan dan jarak tempuh yang lama.

2 dari 2 halaman

Pengendara Keluhkan Tol Layang Jakarta-Cikampek Bergelombang, Kemenhub Pastikan Aman

tol layang jakarta cikampek bergelombang kemenhub pastikan aman

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) aman untuk dilalui pada musim Natal dan Tahun Baru ini. Kemenhub memastikan kondisi jalan sudah sesuai dengan prosedur keamanan.

"Saya memastikan jalan tol ini aman untuk dilintasi asalkan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada dan batasi kecepatan kendaraan minimal 60 km/jam dan maksimal 80 km/jam. Terkadang masih banyak pengendara melaju di atas 80 km/jam," kata Budi.

Pernyataan tersebut menyusul banyaknya keluhan dari pengendara. Salah satunya adalah jalanan yang bergelombang dan penyambungan dua sisi jembatan atau expansion joint yang kurang rapi.

Budi menjelaskan kecepatan maksimal yakni 80 kilometer per jam, karena ketika terlalu cepat, lompatan yang diakibatkan sambungan tersebut dapat membuat kehilangan kendali dan membahayakan.

Di sisi lainnya, lanjut dia, sambungan tersebut hanya ada di beberapa titik, artinya akan terus diperbaiki sehingga perjalanan menjadi lebih mulus dan nyaman.

(mdk/bim)

Baca juga:
Tol Layang Jakarta-Cikampek Masih Harus Disempurnakan
Menhub Kaji Pembatasan Pengguna Jalan Layang Tol Jakarta-Cikampek Cegah Kemacetan
Simpul Kepadatan Jakarta-Cikampek di Batas Akhir Tol Layang
YLKI Nilai Tol Layang Jakarta-Cikampek Gagal Atasi Kemacetan Saat Libur Panjang
Pemudik Natal Kembali Padati Tol Cikampek, Contraflow Diberlakukan Sepanjang 14 Km
Sempat Ditutup, Lalu Lintas Tol Layang Jakarta-Cikampek Kembali Normal
Polri Ingatkan Pengemudi Jaga Kecepatan saat Melintasi Tol Layang Jakarta-Cikampek

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami