Saham dan Obligasi jadi Instrumen Investasi Menarik di 2021, ini Alasannya

Saham dan Obligasi jadi Instrumen Investasi Menarik di 2021, ini Alasannya
UANG | 14 Januari 2021 15:07 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menilai pemulihan ekonomi pada tahun ini akan membuka peluang bagi penguatan di pasar saham, dan stabilitas serta imbal hasil pasar obligasi juga masih terus menarik. Kondisi tahun ini akan kondusif untuk dua kelas aset tersebut.

Chief Economist & Investment Strategist MIMA, Katarina Setiawan, mengatakan pasar saham Indonesia menunjukkan kinerja -5,1 persen pada 2020. Namun untuk tahun ini, kinerjanya akan ditopang kenaikan laba korporasi yang jauh lebih baik daripada tahun lalu.

"Konsensus memperkirakan tahun ini kenaikan laba perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa efek itu akan sekitar 20 sampai 30 persen lebih. Ini akan menopang kenaikan harga sahamnya juga," jelas Katarina dalam konferensi pers pada Kamis (14/1).

Kendati demikian, dia mengingatkan agar obligasi tidak ditinggalkan. Ketika pertumbuhan ekonomi meningkat dengan tajam, maka imbal hasil pasar obligasi akan lebih stabil.

"Jadi keduanya harus ada di dalam portofolio kita, dan kita bandingkan dengan profil risiko kita. Apakah lebih moderat atau agresif," jelas Katarina.

"Saham naik secara signifikan, dan obligasi akan stabil sepanjang tahun. Mungkin di kuartal terakhir akan lebih moderat return-nya untuk obligasi," sambungnya.

Baca Selanjutnya: Kunci Pertumbuhan Ekonomi...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami