Saham Facebook dan Twitter Anjlok Usai Unilever Boikot Iklan

Saham Facebook dan Twitter Anjlok Usai Unilever Boikot Iklan
UANG | 28 Juni 2020 14:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Saham Facebook dan Twitter turun lebih dari 7 persen pada perdagangan Jumat (26/6), setelah Unilever mengatakan akan menarik iklannya dari perusahaan media sosial untuk sisa tahun ini. Keputusan perusahaan didorong oleh kekhawatiran atas ujaran kebencian dan konten memecah belah pada di media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter.

"Mengingat Kerangka Tanggung Jawab kami dan atmosfer yang terpolarisasi di AS, kami telah memutuskan bahwa mulai sekarang hingga setidaknya akhir tahun, kami tidak akan menjalankan iklan merek di platform newsfeed media sosial Facebook, Instagram dan Twitter di AS," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan, dikutip CNN, Minggu (28/6).

"Terus beriklan di platform ini saat ini tidak akan menambah nilai bagi masyarakat dan masyarakat. Kami akan terus memantau dan akan meninjau kembali posisi kami saat ini jika perlu."

Keputusan perusahaan itu didorong oleh kekhawatiran atas pidato kebencian dan konten memecah belah pada platform. The Wall Street Journal adalah yang pertama melaporkan berita tersebut.

"Berdasarkan pada polarisasi saat ini dan pemilihan yang kita miliki di AS, perlu ada lebih banyak penegakan di bidang pidato kebencian," kata wakil presiden eksekutif Unilever media global, Luis Di Como dalam sebuah wawancara.

Baca Selanjutnya: Merek Lain...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami