Sambut Harbolnas 12.12, Shopee Tingkatkan Kualitas Operasional dan SDM

UANG | 11 Desember 2019 21:12 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menyambut hari belanja online nasional atau Harbolnas 2019, Shopee memperbarui inovasi dan mengoptimalkan layanan end-to-end bagi pengguna. Peningkatan kualitas dalam pengalaman belanja online Shopee siapkan mulai dari operasional, sumber daya manusia, hingga jumlah stok produk.

"Kita mengantisipasi trafik yang akan meningkat sekali, jadi yang kita butuhkan adalah memastikan bahwa stok yang dibutuhkan itu ada dan juga jumlah paket yang kita keluarkan akan berkali lipat dari hari biasa. Dari segi sumber daya manusianya, pengemasan itu harus dipersiapkan," ujar Direktur Shopee Indonesia, Christin Djuarto dalam acara media gathering di Djuarto di GoWork fX Sudirman - Coworking and Office Space (11/12).

Christin menyebut bahwa performa bisnis Shopee tumbuh luar biasa, bukan hanya pada pertumbuhan bisnisnya melainkan juga secara keseluruhan e-commersnya. Pada kuartal III tahun 2019, dalam satu portal, Shopee telah meraup sampai lebih dari 138 juta transaksi.

"Di kuartal III tahun ini, dalam satu portal, lebih dari 138 juta transaksi. Maka jika dirata-ratakan setiap harinya lebih dari 1,5 juta transaksi perhari di Indonesia."

Dia mengakui, tren mulai dari 11.11 yang dinilai sangat positif membawa keyakinan dalam peningkatan pendapatan pada Harbolnas yang akan diselenggarakan pada 12 Desember mendatang.

"Kita melihat masih positif sekali trennya mulai dari 11.11 dan diharapkan di 12.12 pendapatannya akan lebih tinggi lagi," ujar Christin.

1 dari 1 halaman

Tren Harbolnas

Hari Belanja Online Nasional yang menawarkan diskon yang menggiurkan menambah rasa semangat di lingkungan masyarakat. Peneliti di CSIS, Dandy Rafitrandi menyebut bahwa sejak tahun 2012, animo masyarakat pada tren belanja online semakin meningkat.

"Sepertinya animonya semakin meningkat. Seiring dengan platformnya yang semakin kreatif, tidak hanya dari online melainkan juga dari acara-acara offline yang kini semakin banyak," ujar Peneliti di CSIS Dandy Rafitrandi.

Untuk menggerakan perekonomian indonesia, Dandy juga menyarankan masyarakat agar terus bisa berpartisipasi dalam menggerakkan perekonomian Indonesia dengan cara berbelanja online.

"Ayo belanja online untuk menggerakan perekonomian Indonesia. Untuk berkontribusi dan menjadi literasi terhadap dunia digital semoga semakin baik lagi kedepan," terang Dandy.

Reporter Magang: Nurul Fajriyah (mdk/idr)

Baca juga:
Mendag: Hari Pertama Harbolnas Jual Produk Lokal dengan Diskon Besar-besaran
Transaksi Harbolnas 2019 Ditarget Tembus Rp8 Triliun
Kenali Bahaya Kecanduan Belanja Online
Jelang Harbolnas, Mendag Serukan Gerakan Belanja Produk Dalam Negeri
Nielsen: Potongan Harga dan Bebas Ongkir Buat Orang Indonesia Rajin Belanja Online
Jokowi Tandatangani Aturan Perdagangan Online, Ini Tanggapan Pelaku Usaha

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.