Sambut New Normal, PGN Siapkan Skenario 'Back to Office'

Sambut New Normal, PGN Siapkan Skenario 'Back to Office'
UANG | 28 Mei 2020 14:43 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - PT Perusahaan Gas Negara atau PGN tengah bersiap untuk menghadapi pelaksanaan skema new normal atau kenormalan baru dalam layanan pengelolaan gas bumi nasional.

Direktur SDM dan Umum PGN, Beni Syarif Hidayat menyatakan bahwa perusahaan telah menyusun skenario dan tahapan Back to Office bagi seluruh pekerja. Tahapan Back to Office akan dilakukan dalam tiga tahap.

"Langkah ini mengikuti arahan Kementerian BUMN. PGN sebagai bagian dari BUMN telah menyusun protokol penanganan Covid-19 untuk pelaksanaan antisipasi new normal scenario," kata Beni dalam pernyataannya, Kamis (28/5).

Pada tahap awal akan dimulai pada 1-30 Juni 2020, namun dapat menyesuaikan waktu berakhirnya PSBB dengan wilayah operasional Perusahaan. Kemudian, tahap dua dimulai sejak berakhirnya tahap satu sampai dengan status kondisi bencana dicabut oleh BNPB atau 30 hari sejak berakhirnya tahap satu.

Terakhir, tahap tiga yang akan dimulai sejak status kondisi bencana dicabut oleh BNPB atau berakhirnya tahap dua. Pada tahap ini, seluruh pekerja PGN bisa masuk ke kantor dengan penerapan kebijakan flexibility working place.

"Pada tahap 1, pekerja masuk kantor tapi belum semua atau WFO fleksibel. Maksimal 50 persen pada tahap satu dan 70 persen pekerja pada tahap 2 per satuan kerja. Pelaksanaannya mempertimbangkan kebutuhan operasional, kapasitas ruangan, dan ketersediaan fasilitas transportasi untuk pekerja. Waktu kerja juga dipersingkat seefisien mungkin," tegas Beni.

Beni menambahkan, PGN menetapkan kategorisasi pekerja pada pelaksanaan new normal yaitu Work From Office (WFO) wajib bagi pekerja yang berhubungan langsung dengan operasional bisnis perusahaan dan hanya dapat dilakukan di lokasi kerja. Mengingat kinerja operasional akan lebih optimal dilakukan di lokasi kerja.

Namun, pekerja harus masuk kantor dengan syarat utama ialah dalam kondisi sehat atau fit dan tidak memakai transportasi umum massal. Sedangan WFH Wajib, berlaku bagi pekerja dengan riwayat penyakit risiko tinggi, sedang hamil atau menyusui bayi di bawah dua bulan, serta berstatus sebagai ODP, PDP, atau positif covid-19.

"Prosedur pelaksanaan WFO tetap mengutamakan protokol kesehatan. Perusahaan memberikan dukungan untuk pekerja WFO antara lain penerapan physical distancing, tidak menggunakan transportasi umum, tidak melepas masker, tidak berbagi meja kerja, dan mengutamakan meeting online. Manajemen juga menghimbau untuk bekerja secara efektif dan menghindari lembur," imbuhnya.

Baca Selanjutnya: Jaga Psikis Pekerja...

Halaman

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami