Sandiaga Ingatkan Menteri Erick Thohir Waspadai Utang BUMN

UANG | 20 November 2019 13:53 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Pengusaha, Sandiaga Salahuddin Uno, mengaku memiliki hubungan dekat dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Sebagai sesama pelaku usaha, sampai sekarang bahkan dirinya tidak pernah putus berkomunikasi dengan Erick Thohir.

"Kita selalu berkomunikasi ya tentunya karena saya sahabat lama beliau dari masa kecil kami. Kita tapi tidak pernah bertemu muka kita selalu berkomunikasi melalui teks melalui WhatsApp," katanya di Jakarta, Rabu (20/11).

Sangkin dekatnya, Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga tak segan-segan memberikan masukan kepada Erick Thohir. Beberapa kali, Sandiaga mengaku pernah mengingatkan kepada Erick mengenai posisi utang BUMN yang berada di bawah tanggungjawabnya.

"Saya selalu berikan apa yang menjadi pemikiran saya bahwa sektor nya pak Erick ini penting sekali nih karena tadi juga dibicarakan mengenai tingginya utang yang ada di sektor BUMN," kata Sandiaga.

Tak sampai di situ, Sandiaga juga menyarankan agar setiap pembangunan infrastruktur dibangun melalui konsep kemitraan. Dengan begitu, ke depan tidak akan menghabiskan dana pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) maupun yang ada di BUMN.

"Kita membangun infrastruktur itu dalam konsep kemitraan, membawa talenta-talenta terbaik yang dimiliki oleh republik, yang dimiliki oleh Indonesia untuk bisa membangun BUMN ini bisa berdaya saing dan berkelas dunia," pungkasnya.

1 dari 2 halaman

Erick Thohir soal Utang BUMN: Kalau Itu Bermanfaat Saya Rasa Tidak Salah

Menteri BUMN, Erick Thohir angkat suara terkait kondisi utang BUMN. Menurut dia, utang bukanlah hal buruk, selama dimanfaatkan secara produktif.

"Kita jangan terjebak juga utang itu salah. Tetapi kalau utang itu bermanfaat dan bisa menjadikan sebuah cashflow atau sebuah pendapatan yang baik saya rasa tidak ada salah," kata dia saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10).

Dia menjelaskan, utang diperlukan dalam menjalankan usaha. Utang dipakai oleh pelaku usaha sebagai modal dalam menjalankan usaha.

"Sama lah, kalau kita liat bagaimana teman teman misalnya di UKM atau pengemudi motor, motornya sendiri kan leasing tapi dia sendiri mencari income lalu bisa dibayar itu kan tidak apa-apa," lanjut dia.

Dia menegaskan, yang menjadi persoalan yakni ketika utang yang ditarik justru dikorupsi.

"Yang bahaya kalau sudah ngutang dikorupsi, nah itu yang kita harus tuntaskan dan harus ditindaklanjuti" tandasnya.

2 dari 2 halaman

Utang BUMN Ribuan Triliun

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat 10 BUMN pemilik utang terbesar. Sepuluh BUMN tersebut adalah BRI, Mandiri, BNI, PLN, Pertamina, BTN, Taspen, Waskita Karya, Telekomunikasi dan Pupuk Indonesia.

"Terakhir laporan performa keuangan BUMN menggunakan dua titik waktu audit 2017 dan belum audit kuartal III 2018. Berhubung yang kita ajukan hari ini sediakala 10 BUMN dengan utang terbesar itu kami tampilan," ujar Deputi Bidang Restrukturisasi Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro, saat rapat dengar pendapat di Gedung DPR.

Data ini, kata Aloysius, diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI). "Data ini kami peroleh dari Bursa Efek Indonesia selain perundingan dengan BUMN sekaligus kami bandingkan dengan industri sejenisnya," tuturnya.

Saat ini, utang perusahaan pelat merah telah mencapai Rp5.217 triliun. Sementara, aset BUMN juga tumbuh menjadi Rp7.718 triliun per September 2018.

"Neraca BUMN pertumbuhan aset 3 tahun terakhir Rp6.524 meningkat jadi Rp7.200 lagi, jadi Rp7.718 triliun. Gimana utang awalnya Rp2.263 jadi Rp4.830 dan kemudian kuartal-III akhir September 2018 utang BUMN meningkat level Rp5.271 triliun," ujarnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
Staf Khusus Menteri BUMN: Erick Thohir Ingin Pemimpin BUMN Berakhlak Baik
Holding Pelindo Diharapkan Dongkrak Standarisasi Pelabuhan RI
Jadi Wadirut Pelindo II, Hambra Samal Siapkan Holding Pelindo
Pesawat Buatan Indonesia Terbang di Langit Nepal
Jiwasraya Bakal Bentuk Lembaga Penjamin Polis, Ini Tantangannya
Sekjen PDIP Tegaskan Ahok Tak Perlu Keluar Partai Jika Jadi Bos BUMN
Pefindo Turunkan Peringkat Utang Semen Indonesia jadi idAA