Sandiaga Uno: Kunjungan ke Desa Wisata Sepanjang Jalur Mudik Alami Peningkatan

Sandiaga Uno: Kunjungan ke Desa Wisata Sepanjang Jalur Mudik Alami Peningkatan
Sandiaga Uno. Instagram/@sandiuno ©2021 Merdeka.com
EKONOMI | 17 Mei 2022 15:33 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mencatat, kunjungan desa wisata mengalami peningkatan selama liburan Lebaran 2022. Desa wisata yang paling banyak dikunjungi adalah desa wisata yang berada di sepanjang jalur mudik.

"Oleh karena itu, kita beri suatu pola perjalanan atau travel pattern yang menjadi pilihan destinasi wisata oleh para pemudik dan ternyata masyarakat pemudik ini menjatuhkan pilihan kepada desa-desa wisata yang ada dalam jalur sekitar mudik," katanya, Jakarta, Selasa (17/5).

Berdasarkan laporan yang diperoleh dari pengelola desa wisata, terjadi kenaikan okupansi homestay (pondok wisata) desa wisata di sekitar Borobudur, Magelang, Jawa Tengah sebesar 100 persen. Kemudian, peningkatan jumlah wisatawan sebesar 5.000 orang di desa wisata Tegalmulyo di Kabupaten Klaten Jawa Tengah.

Lalu ada juga sejumlah wisatawan sebesar 100 orang di desa wisata Kerapu di Kabupaten Situbondo Jawa Timur. Kemudian sebanyak 400 orang di desa wisata Kalibiru di Kabupaten Kulonprogo Jawa Tengah.

Kemudian ada peningkatan jumlah paket wisata dengan jumlah wisatawan sebanyak 1.357 orang di desa wisata Pentingsari di Kabupaten Sleman Jawa Tengah, 1.700 wisatawan ke desa wisata Cikakak di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, dan 6.320 wisatawan ke desa wisata Pentagen di Kabupaten Kerinci, Jambi.

2 dari 2 halaman

Tunggu Laporan Desa

"Kami sedang menunggu laporan dari desa wisata Sangiran dari Kabupaten Sragen dan desa wisata Sumberwuluh dari Kabupaten Karanganyar," ungkap Sandiaga.

Sandiaga menambahkan, adanya potensi desa wisata sebagai destinasi alternatif, pihaknya merasa bangga untuk mempromosikan 50 besar desa wisata ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 melalui media sosial dan beberapa media televisi nasional dalam penayangan pelbagai program jalan-jalan di desa wisata.

"Saya ingin mengingatkan para pengelola desa wisata tetap patuh terhadap protokol kesehatan secara ketat dan disiplin, sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) diusahakan, sertifikasi desa wisata berkelanjutan diupayakan, anugerah desa wisata Indonesia dimenangkan," tandasnya.

(mdk/idr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini