Saran Apindo Cegah Pos Indonesia Bangkrut

UANG | 23 Juli 2019 15:24 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, turut menanggapi rumor PT Pos Indonesia yang dikabarkan tengah bangkrut. Menurut dia, kondisi perusahaan saat ini masih mampu bertahan, hanya saja sedang mengalami disrupsi.

"Saya rasa tidak (bangkrut). Tapi memang harusnya dari segi lini bisnisnya dia kena disrupsi," kata Hariyadi saat ditemui di Jakarta, Selasa (23/7).

Meski tengah mengalami pergeseran lini bisnis, namun perseroan dinilai bisa bertahan di tengah perkembangan zaman. Sebab, Hariyadi memandang, PT Pos Indonesia masih memiliki aset yang cukup besar untuk dia bertahan.

"Jika di tangan manajemen handal mestinya bisa cari jalan lain. Hanya memang dia harus berubah mengikuti persaingan sistem dan teknologinya serta diversifikasi bisnis," katanya.

Pelaku usaha sendiri, lanjut dia, masih menggunakan jasa PT Pos Indonesia. Salah satu yang tidak bisa dihindari adalah penggunaan matarei sebagai salah satu syarat wajib pengesahan sebuah dokumen. "Dari pengusaha masih beli materai kan ke PT pos Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi Wahyu Setijono mengatakan bahwa di tengah perubahan zaman yang kian pesat, transformasi Pos Indonesia menjadi suatu keniscayaan. "Pos itu di dunia adalah industri yang mengalami disrupsi yang luar biasa masifnya," kata dia dalam wawancara khusus dengan merdeka.com, di Kantornya.

Namun, tegas dia, bukan berarti Pos Indonesia kehilangan harapan. Sebab, ada hal yang tidak bisa digantikan oleh teknologi, yaitu pengiriman barang. "Yang dibutuhkan (pengiriman) barang. Karena barang belum ada teknologi yang bisa menggantikan fungsi pengiriman. Sekarang kebutuhan masyarakat sekarang, apalagi internet masuk, muncul e-commerce, market place itu kan masyarakat kita diberi pilihan yang jauh lebih baik," tegas dia.

Pria yang akrab disapa Gil ini mengatakan hal inilah yang kemudian mendorong insan Pos Indonesia untuk berbenah, bertransformasi dari layanan jasa pengiriman surat menjadi kurir barang atau parsel. Industri e-commerce yang sedang menggeliat dilihat sebagai peluang bagi Pos Indonesia untuk masuk dan menampilkan wajah serta arah bisnis baru di Tanah Air.

Seperti diketahui, PT Pos Indonesia tengah diguncang isu pailit. Perseroan dirumorkan tidak bisa bayar gaji karyawan dan punya segudang masalah. Hal ini disampaikan oleh Anggota DPR RI Rieke Dyah Pitaloka saat rapat dengar pendapat dengan Kementerian BUMN.

Menanggapi pernyataan itu, Sekretaris Perusahaan PT Pos Benny Otoyo membantah perusahaan dilanda masalah keuangan yang berdampak pada kebangkrutan. Menurutnya, saat ini perusahaan dalam kondisi sehat ditandai dengan semua utang dibayar lancar.

"Bagaimana bisa dibilang bangkrut? Jelas ini hanya pendiskreditan tanpa data. Coba diperhatikan, rating korporat A-, rating MTN A- dan semua utang lancar," ujarnya melalui siaran pers, Jakarta.

Benny melanjutkan, perusahaan juga tetap membayarkan gaji pegawai sesuai jadwal. Kenaikan gaji rutin (karena inflasi) disebabkan karena cost of living adjusment terus diterapkan.

"BPJS dan iuran pensiun dibayarkan dengan lancar tanpa ada gangguan sama sekali. Hak karyawan (Pos Indonesia) tidak tertunda," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Baca juga:
PT Pos Indonesia Bantah Bangkrut, Ini Faktanya
Wawancara Khusus Dirut Pos Indonesia: Tak Ada Pos di Dunia Maju Tanpa Dukungan Negara
Wawancara Dirut Pos Indonesia: Transformasi Pak Pos di Era Digital
Transformasi Pos Indonesia di Tengah Regulasi yang Telat dan Beban PSO
Dirut Pos Indonesia Cerita Tantangan Terbesar Kelola BUMN Berlogo Merpati Jingga
Wawancara Dirut Pos Indonesia: Strategi Perseroan Bertahan di Era Disrupsi Digital
Transaksi Layanan Keuangan Lebih Mudah dengan POSGIRO Mobile

(mdk/bim)