Satgas Jelaskan Alokasi Dana PEN untuk Sovereign Wealth Fund

Satgas Jelaskan Alokasi Dana PEN untuk Sovereign Wealth Fund
UANG | 25 November 2020 16:35 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, keputusan pemerintah memasukkan anggaran Sovereign wealth fund (SWF) dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), untuk meningkatkan profil investasi Indonesia di tengah pandemi covid-19.

"Memang arahan bapak Presiden diminta khususnya untuk sektor pembiayaan Korporasi itu diberikan stimulus untuk bisa meningkatkan investasi bagi korporasi-korporasi yang ada di Indonesia," kata Budi Gunadi dalam LIVE: Keterangan Pers Mendikbud, Menag, dan Ketua Satgas PEN, Kantor Presiden, Rabu (25/11).

Menurutnya, sovereign wealth fund adalah instrumen investasi di mana pengembangan korporasi di Indonesia bisa dibiayai oleh investor-investor dari luar negeri dalam bentuk investasi kepemilikan atau investasi saham, bukan investasi pinjaman di mana harus dikembalikan uangnya.

"Itu sebabnya kami melihat bahwa mekanisme investasi dari luar negeri di masa sulit seperti ini akan sangat bisa membantu meningkatkan profil investasi Indonesia, dan juga lapangan kerja di Indonesia yang memang sangat dibutuhkan oleh banyak rakyat kita pada saat pandemi ini," jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah memang berencana membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI) sebagai sovereign wealth fund, yang tertuang dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja. Lembaga ini menjadi alat finansial bagi negara untuk memiliki atau mengatur dana publik dan menginvestasikannya ke aset-aset yang luas serta beragam.

Baca Selanjutnya: Tarik Investasi Capai Rp225 Triliun...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami