Satgas Waspada Investasi Dukung Penindakan Pinjaman Online Ilegal oleh Polri

Satgas Waspada Investasi Dukung Penindakan Pinjaman Online Ilegal oleh Polri
Satgas Waspada Investasi Dukung Penindakan Pinjaman Online Ilegal oleh Polri. ©2021 Merdeka.com
EKONOMI | 29 Juli 2021 15:29 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Satgas Waspada Investasi (SWI) mengapresiasi upaya penegakan hukum yang dilakukan Bareskrim Polri terhadap pelaku pinjaman online ilegal yaitu KSP Cinta Damai dan Aplikasi RpCepat. Menurut SWI, penegakan hukum terhadap pelaku pinjaman online ilegal ini sangat diperlukan untuk memberantas dan memberi efek jera pada para pelakunya

"Tindakan penegakan hukum oleh Bareskrim Polri terhadap pelaku pinjaman online ilegal KSP Cinta Damai dan Aplikasi RpCepat harus terus dilanjutkan untuk memberantas pinjaman online ilegal yang sangat merugikan masyarakat," kata Ketua SWI Tongam L. Tobing dalam jumpa pers bersama Bareskrim yang mengumumkan penindakan terhadap PT Luar Biasa Teknologi.

SWI yang beranggotakan 12 Kementerian dan Lembaga akan terus melakukan berbagai upaya pencegahan melalui patroli siber untuk menutup pinjol ilegal yang beroperasi melalui pesan singkat, appstore atau playstore dan sosial media. SWI juga akan terus menggencarkan edukasi ke masyarakat untuk tidak menggunakan pinjaman online ilegal dan hanya memanfaatkan fintech lending yang terdaftar di OJK.

satgas waspada investasi dukung penindakan pinjaman online ilegal oleh polri
Satgas Waspada Investasi Dukung Penindakan Pinjaman Online Ilegal oleh Polri©2021 Merdeka.com

Sebelumnya, pihak Kepolisian RI juga telah melakukan penindakan terhadap empat pelaku pinjol ilegal yaitu PT Vcard Technology Indonesia (Vloan), PT Vega Data, Barracuda Fintech dan PT Southeast Century Asia.

SWI juga menyampaikan ciri-ciri pinjaman online ilegal:

1. Tidak memiliki izin resmi.

2. Tidak ada identitas dan alamat kantor yang jelas.

3. Pemberian pinjaman sangat mudah.

4. Informasi bunga dan denda tidak jelas.

5. Bunga tidak terbatas.

6. Denda tidak terbatas.

7. Penagihan tidak batas waktu.

8. Akses ke seluruh data yang ada di ponsel.

9. Ancaman teror kekerasan, penghinaan, pencemaran nama baik, menyebarkan foto/video pribadi.

10. Tidak ada layanan pengaduan.

Bagi masyarakat yang terjebak pinjaman online ilegal bisa melapor di Polda dan Polres seluruh Indonesia atau melalui website https://patrolisiber.id dan info@cyber.polri.go.id atau menghubungi Kontak OJK 157 atau WA 081157157157. (mdk/hhw)

Baca juga:

Marak Pinjol Ilegal, Warga Diminta Cek Perusahaan Terdaftar OJK Sebelum Pinjam Uang

Juni 2021, Kredit Perbankan Tumbuh 0,59 Persen

Semester I Sektor Jasa Keuangan Stabil Dukung Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional

OJK Catat Kinerja Sektor Keuangan Semester I-2021 Tetap Stabil

Jangan Tertipu, Ini Beda Pinjaman Online Ilegal dengan Resmi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami