Satgas Waspada Investasi Temukan 105 Fintech Ilegal Selama Juni 2020

Satgas Waspada Investasi Temukan 105 Fintech Ilegal Selama Juni 2020
UANG | 3 Juli 2020 11:59 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi atau SWI menemukan 105 entitas yang melakukan kegiatan fintech peer to peer lending ilegal yang tidak terdaftar di OJK selama Juni 2020. Dengan demikian, jumlah fintech lending ilegal yang telah dilaporkan sejak 2018 telah mencapai 2.591 perusahaan.

Ketua SWI, Tongam L Tobing mengatakan, sasaran dari fintech ilegal ialah masyarakat yang membutuhkan uang dalam waktu singkat untuk memenuhi kebutuhan pokok maupun konsumtif. Sehingga celah ini dimanfaatkan pelaku dalam melancarkan aksinya.

"Fintech ilegal memanfaatkan celah akan kebutuhan masyarakat akan banyak dana segar. Maka, mengambil celah atas kebutuhan pokok maupun konsumtif," tegasnya dalam video conference via Zoom, Jumat (3/7).

Tongam mengatakan, keberadaan fintech ilegal di tengah pandemi Covid-19 sangat merugikan bagi masyarakat. Sebab, pinjaman yang diberikan dikenai bunga sangat tinggi dan jangka waktu pinjaman pendek.

Selain itu, korban fintech ilegal juga dipaksa untuk mengizinkan akses kepada semua data kontak yang tersedia di smart phone. Mirisnya data korban kerap disalahgunakan oleh fintech ilegal untuk kegiatan melawan hukum.

Baca Selanjutnya: Imbau Masyarakat untuk Hindari...

Halaman

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami