Sebelum Terjadi Penembakan, Wilayah Kerja Istaka Karya Dinilai Aman

UANG | 5 Desember 2018 12:09 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku tak menyangka atas terjadinya insiden pembunuhan di wilayah kerja PT Istaka Karya (Persero) di Segmen V Proyek Jalan Trans Papua ruas Wamena-Mamugu. Menurutnya, kawasan tersebut sudah terbilang aman untuk berlangsungnya kegiatan pembangunan.

"Ini sebetulnya kalau tempatnya Istaka Karya itu aman. Dianggap sebagai daerah aman. Ternyata di Kali Yiji ini yang kemarin terjadi," ujar dia di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (5/12).

Seperti diketahui, telah terjadi kasus pembunuhan terhadap sejumlah pekerja PT Istaka Karya pada proyek Jembatan Kali Yigi-Kali Aurak di Kabupaten Nduga, Papua. Lokasi tersebut merupakan bagian dari Segmen V proyek Jalan Trans Papua ruas Wamena-Mamugu sepanjang 278 km.

Di ruas tersebut, pemerintah turut menggandeng dua badan usaha yakni PT Istaka Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero) dalam membangun 35 jembatan. Dimana Istaka Karya ditugaskan untuk bangun 14 jembatan, sementara Brantas Abipraya sebanyak 21 jembatan.

Dia justru menganggap titik rawan utama berada di wilayah kerja Brantas Abipraya. Oleh karenanya, Brantas Abipraya kini baru bisa menggarap 5 dari 21 jembatan di daerah tersebut.

"Malah Brantas di daerah yang sama, 4 bulan lalu dihentikan karena dianggap rawan. Pertemuan terakhir saya ketemu Pangdam dan masih belum boleh (lanjut)," ucap dia.

Demi menindaki kasus serupa ke depan terulang, Menteri Basuki mengatakan telah dipanggil oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membicarakan informasi terbaru seputar insiden pembunuhan pekerja Istaka Karya.

"Jam setengah 11 (siang) itu ada konferensi pers dengan pak Presiden (Jokowi). Kalau update terakhir tadinya semalam saya mau berangkat ke Wamena. Tapi karena ada konferensi pers ini mau memberikan penjelasan yang lengkap," kata dia.

Saat dimintai keterangan perihal jumlah pasti korban pembunuhan, ia pun masih belum bisa berkomentar banyak. "Belum jelas berapa jumlah korban, jadi saya belum berhak ngomong," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Perintah Presiden Jokowi sampai Menhan Tindak Tegas KKB Papua
Sadisnya Pemberontak di Papua Habisi 19 Pekerja PT Istaka Karya
Wiranto Sebut Penembakan Brutal di Papua Tewaskan 19 Orang
DPR dorong TNI & Polri Kirim Pasukan Elite Tumpas Pemberontak di Papua
Bantu Buru pemberontak di Papua, Polda Jatim Kirim 100 Personel Brimob

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.