Kabar Terbaru, Bantuan Pandemi Pemerintah yang Hadir dan Hilang di 2021

Kabar Terbaru, Bantuan Pandemi Pemerintah yang Hadir dan Hilang di 2021
Penyaluran bansos tunai Rp300 ribu lewat Pos. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori
UANG | 4 Februari 2021 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Pemerintah memperpanjang insentif pajak untuk membantu wajib pajak menghadapi pandemi Covid-19. Perpanjangan insentif pajak berlaku hingga 30 Juni 2021. Ketentuan ini terbit menggantikan PMK-86/PMK.03/2020 jo PMK-110/PMK.03/2020 yang mengatur tentang pemberian insentif pajak hingga 31 Desember 2020.

Rincian insentif yang diberikan Menkeu, Sri Mulyani Indrawati, dalam ketentuan ini termasuk insentif PPh Pasal 21 untuk karyawan. Insentif ini berlaku untuk karyawan yang bekerja di salah satu dari 1.189 bidang usaha tertentu, perusahaan yang mendapatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), atau perusahaan di kawasan berikat dapat memperoleh insentif pajak penghasilan (PPh) pasal 21 ditanggung pemerintah.

Insentif ini juga diberikan kepada karyawan yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), serta penghasilan bruto bersifat tetap dan teratur yang disetahunkan tidak lebih dari Rp 200 juta. Karyawan tersebut akan mendapatkan penghasilan tambahan dalam bentuk pajak yang tidak dipotong karena atas kewajiban pajaknya ditanggung oleh pemerintah.

Selain itu, Insentif pajak juga diberikan kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Rincian insentif lain yaitu PPh Pasal 22 Impor. Serta insentif angsuran PPh Pasal 25. Terakhir, insentif PPN yakni mencakup pengusaha kena pajak (PKP) berisiko rendah.

Selain bantuan yang disebutkan di atas, pemerintah juga memutuskan melanjutkan sejumlah bantuan lain untuk masyarakat bertahan di tengah pandemi. Namun, ada juga program bantuan yang ditangguhkan atau dihilangkan tahun ini. Berikut merdeka.com akan merangkumnya.

Baca Selanjutnya: 1 Bantuan Subsidi Gaji Belum...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami