Selama Pandemi, Ekonomi Digital RI Tumbuh 2 Digit

Selama Pandemi, Ekonomi Digital RI Tumbuh 2 Digit
Luhut Panjaitan. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko
UANG | 8 Maret 2021 14:31 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ekonomi digital di Indonesia selama pandemi Covid-19 berkembang pesat. Pertumbuhannya hingga 2 digit dibandingkan dengan negara lain. Indonesia hanya kalah dari Vietnam yang mencapai 16 persen.

"Selama pandemi di Indonesia ekonomi digital bisa berkembang 2 digit di atas negara lain, hanya kalah dari Vietnam yang 16 persen," kata Luhut dalam Webinar Belajar Digital Bareng, Jakarta, Senin (8/3).

Akumulasi nilai pembelian dari pengguna atau Gross merchandise value (GMV) ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara mencapai USD 105 miliar, setara Rp 1.505 triliun atau 15 persen. Pertumbuhan tersebut tentunya disumbang oleh Indonesia yang mengalami peningkatan dalam ekosistem ekonomi digital.

"Di kawasan Asia Tenggara ekonomi digital masih mampu berkembang dan menciptakan nilai gross merchandise value sebesar USD 105 miliar atau 15 persen," imbuhnya.

Khusus di Indonesia perkembangan tersebut tidak terlepas dari investasi di sektor digital Indonesia. Selama tahun 2020, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat selama tahun 2020, investasi asing yang masuk ke sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi mencapai USd 36,5 milar atau Rp 532 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 93,2 triliun.

"Selama 2020 sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi menciptakan investasi PMA sebesar USD 36,5 dolar dan PMDN sebesar Rp 93,2 triliun," kata Luhut.

Berbagai investasi besar tersebut, luhut menyebut sebagian banyak disumbangkan beberapa start up, termasuk BukaLapak. Sehingga kontribusi investasi di sektor ini menyumbang 31,9 persen terhadap PDB. Investasi di sektor ini tidak hanya akan mendorong ekonomi digital. Melainkan juga sebagai kunci pemulihan ekonomi nasional.

Dia menambahkan, yang terpenting dalam ekonomi digital bukan hanya nilai investasi. Sebaliknya, ekosistem sportif sangat penting bagi ekonomi digital agar memberikan ruang bagi start up bisa tumbuh.

"Investasi bukan yang penting bagi pengembangan ekonomi digital, tapi ekosistem sportif supaya ekonomi digital khususnya start up dapat tumbuh," pungkasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Startup Xendit Raih Pendanaan Seri B Senilai US$ 64,6 Juta dari Accel
Bintang Bigo Live Eksplorasi Rumah Hantu bersama Program TV 'Raffi, Billy & Friends'
Airlangga Minta Kemendag Ikut Aktif Dorong Ekonomi Digital
Menko Luhut Apresiasi Program QRIS Bank Indonesia Dorong Penciptaan Ekosistem Digital
InMobi dan Gojek Bermitra, Incar Korporasi di Asia Tenggara
Fintech Maucash dan Restock Bermitra, Incar Pembiayaan Rp 500 Miliar untuk UMKM

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami