Selama Pandemi, Jumlah Nasabah PNM Mekaar Bertambah 7,1 Juta

Selama Pandemi, Jumlah Nasabah PNM Mekaar Bertambah 7,1 Juta
Menteri BUMN Erick Thohir. ©2022 Merdeka.com
EKONOMI | 6 Juli 2022 17:52 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, saat pandemi Covid-19, jumlah nasabah PNM Mekaar bertambah 7,1 juta nasabah. Dengan demikian, total nasabah PNM Mekaar dari sebelum pandemi mencapai 12,7 juta nasabah.

"Ibu-ibu di desa yang pinjamannya Rp 1-4 juta di bawah grup BRI PNM mekar bisa tumbuh saat covid 7,1 juta. Kenapa UMKM yang lain tidak bisa. Artinya kalau kita mau kita bisa, di saat yang sulit kita buktikan ekonomi kita tumbuh," kata Erick saat menghadiri acara Pemberian NIB kepada 550 pelaku UMK di Surakarta, Rabu (6/7).

Apalagi dengan hadirnya kemudahan mendaftar Nomor Izin Berusaha melalui Online Single Submission (OSS) berbasis risiko, Erick yakin UMKM akan mudah mendapatkan pembiayaan dari perbankan. Selain itu, BUMN di bidang perbankan juga mudah menyalurkan pembiayaan.

"Saya yakin dengan proses yang dimudahkan dengan sistem OSS dan NIB ini, selama ini pembiayaan UMKM sulit mendapatkan data sekarang lebih terbuka untuk mendapatkan data sehingga lebih tepat sasaran," imbuhnya.

Menurutnya, UMKM harus dikedepankan tanpa membedakan dengan perusahaan-perusahaan besar yang telah menjadi pemain global. Kesinambungan itu sangat penting antara perusahaan besar dengan perusahaan kecil terutama UMKM.

"Ekonomi yang kita bangun ini harus seimbang dan presiden menekankan bahwa kita bukan negara kapitalis, bukan negara oligarki, tetapi negara yang jelas punya pondasi yang kuat yang didorong berdasarkan ekonomi kerakyatan UMKM," ujar Erick.

Erick ingin menjadikan UMKM sebagai rantai pasok yang berkesinambungan supaya bisa beriringan dengan perusahaan besar. "Kita fokus BUMN ini di pembiayaan dan pendampingan. Kalau bisa kita membuka pasar kita bantu dan terbukti dorongan pembiayaan KUR ini terus ditingkatkan," ujarnya.

Tahun 2024 bahkan Presiden menargetkan pembiayaan perbankan untuk sektor UMKM mencapai 30 persen. Namun, nanti ke depannya seluruh pembiayaan perbankan UMKM harus mencapai 50 persen.

"Tidak kalah dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura, ini yang harus kita pastikan. Oleh karena itu tahap awal ini Pemerintah memastikan KUR tahun ini Rp 338 triliun naik dari Rp 260 triliun dan ini untuk UMKM," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Cegah Beban Negara Bertambah, Pertamina Masih Tahan Harga Pertamax di Rp12.500
Erick Thohir: Mahasiswa Jangan Hanya Sibuk Pergerakan
DPR Setuju PMN untuk Garuda Indonesia Sebesar Rp7,5 Triliun
Erick Thohir Target BUMN Bisa Setor Dividen Rp50 Triliun di 2024
Erick Thohir Janji Kucuran PMN Rp73 Triliun untuk 10 BUMN akan Bawa Hasil yang Baik
DPR Setujui Kucurkan PMN Rp73,62 Triliun untuk 10 BUMN di 2023

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini