Seluk-beluk Lembaga Pengelola Investasi yang Dibuat Pemerintah di RUU Cipta Kerja

Seluk-beluk Lembaga Pengelola Investasi yang Dibuat Pemerintah di RUU Cipta Kerja
UANG | 22 September 2020 06:00 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masih terus membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja. Data terakhir mencatat, pembahasan RUU Cipta Kerja ini sudah mencapai 90 persen.

"Sampai sekarang kami sudah melakukan pembahasan, submit-nya sudah mencapai sekitar 90 persen yang dibahas," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menurut Airlangga, mayoritas klasterisasi strategis dari ranah-ranah yang masuk ke dalam draf pembahasan regulasi cipta lapangan kerja tersebut saat ini sudah hampir 100 persen.

"Hampir seluruh klaster strategis (telah rampung). Apakah itu terkait dengan klaster ketenagakerjaan, klaster kepastian hukum, klaster UMKM dan koperasi," kata dia.

Airlangga menegaskan, hampir seluruh pembahasan mengenai klaster dalam RUU Cipta Kerja tersebut telah mendapat persetujuan konsensus dengan pihak partai politik.

Saat ini tinggal menuju ke tahap finalisasi, guna melakukan harmonisasi DNA sinkronisasi terhadap pasal-pasal yang dianggap krusial.

Dalam aturan anyar ini, pemerintah berencana membentuk lembaga baru yaitu Lembaga Pengelola Investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF). Apa itu SWF? Berikut penjelasannya:

Baca Selanjutnya: Bertujuan Serap Investasi...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami