Semester I-2015, RNI klaim sukses tekan kerugian

UANG | 17 Agustus 2015 09:34 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) mengklaim berhasil menekan kerugian menjadi sebesar Rp 53 miliar pada semester I-2015. Ini jauh menurun ketimbang periode sama tahun lalu sebesar Rp 147 miliar.

"Kerugian semester I-2015 itu sebelum diaudit. Ini turun dibanding perkiraan di posisi Rp 76 miliar," kata Direktur Utama RNI Didik Prasetyo di Mamuju, Sulawesi Barat, kemarin.

Tahun lalu, kata Didik, merupakan salah satu masa kelam RNI. Sebab, perusahaan pelat merah itu menelan kerugian terbesar sepanjang sejarah, Rp 301 miliar. Itu mematahkan rekor kerugian sebesar Rp 52 miliar pada 2011.

RNI menderita kerugian lantaran harga gula anjlok pada 2014. Ditambah pabrik gula perseoran tak maksimal berproduksi.

Tahun ini, RNI optimistis dapat merealisasikan target pendapatan Rp 4,6 triliun. Dasarnya, semester I-2014, terjadi penaikan laba kotor 47 persen dan omzet 10 persen.

Diperkirakan, Phapros masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar perseroan. Diikuti pabrik gula Rajawali Madiun, pabrik gula Candi Baru (Sidoarjo), dan pabrik gula Madukismo (Yogyakarta).

Guna meningkatkan kinerja, menurut Didik, perseroan bakal memberikan kebebasan operasi kepada 13 anak usaha.

"Saya ingin RNI kembali ke khittah sebagai investment holding. Kami hanya menentukan arah-arah strategis dari anak perusahaan," tuturnya.


Semester I-2015, RNI klaim sukses tekan kerugian
Punya potensi perikanan, pemerintah kudu bangun pelabuhan di Mamuju
HUT RI ke-70, Kepala daerah minta BUMN hadir di masyarakat
Peringati hari kemerdekaan, PGN tebar 17 ribu paket sembako Rp 1,7 M
Peringati hari kemerdekaan, RNI bedah rumah veteran

(mdk/yud)

TOPIK TERKAIT