Semester I-2018, Toyota ekspor 117.200 unit mobil

UANG | 5 September 2018 12:39 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatatkan ekspor kendaraan bermerek Toyota sepanjang Januari hingga Juli 2018 sejumlah 117.200 unit. Volume ini meningkat 1,3 persen dibandingkan periode sebelumnya yang hanya mencapai 115.800 unit.

Wakil Presiden Direktur TMMIN, Edward Otto Kenter mengatakan, kontribusi pencapaian di semester I-2018 tersebut disumbang oleh model Sporty Utilty Vehicle (SUV) Fourtuner dengan volume 30.900 unit. Kemudian diikuti oleh Avanza sebanyak 21.900 unit, Agya 17.000 unit, Vios 15.800 unit, Rush 12.700 unit, Kijang Innova 4.200 unit, dan produk Complete Build Unit (CBU) lainnya seperti Sienta, Yaris, Towance/Townlite sebesar 14,600 unit.

"Performa ekspor Toyota sempat tertekan di semester pertama karena situasi regulasi di negara tujuan ekspor. Namun berkat dukungan pemerintah Indonesia dan pihak-pihak terkait, kegiatan ekspor kami saat ini berangsur membaik, diharapkan kembali normal dalam waktu dekat," ungkapnya saat ditemui di Indonesia Kendaraan Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/9).

Pada umumnya trend ekspor di semester I-2018 akan lebih baik dibandingkan semester I-2018. Oleh karenanya, Edward optimis pertumbuhan ekspor bisa mencapai sebesar 10 persen seperti yang telah ditargetkannya.

Edward menjelaskan, pertumbuhan ekspor terbesar dicatatkan oleh Rush yang diproduksi oleh Toyota Group di Indonesia, yakni Astra -Daihatsu Motor. Tercatat sejak April 2018, Rush mengalami perluasan ekspor bertahap ke Asia terutama Filipina, Timur Tengah serta negara berkembang lainnya. "Sebelum ekspor ini, Rush hanya diekspor ke Malaysia," imbuhnya.

Edward menambahkan, menembus pasar global mewajibkan Toyota agar selalu menjaga daya saing produk serta memenuhi ketentuan yang berlaku di negara destinasi ekspor seperti ketentuan mengenai emisi.

Baca juga:
Tak mau kalah dengan Thailand, Jokowi resmikan ekspor Toyota tembus 1 juta unit
Pemerintah bahas kesiapan investasi Hyundai jelang kunjungan Jokowi ke Korsel
Aturan B20 dinilai tak ganggu industri otomotif Tanah Air
Astra klaim sumbang 80 persen ekspor otomotif Indonesia
Mobil swakemudi bisa kirim barang belanja di AS

(mdk/idr)