Semester I 2019, BRI Raup Laba Rp 16,16 Triliun

UANG | 14 Agustus 2019 11:43 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) meraup laba Rp 16,16 triliun sepanjang semester I 2019. Angka tersebut tumbuh 8,19 persen secara year on year atau periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama BRI, Suprajarto, mengungkapkan penopang pertumbuhan laba tersebut berasal dari pendapatan fee base income yang terus tumbuh. Selain itu, dari penyaluran kredit sebesar Rp 888,32 triliun. Angka tersebut tumbuh 11,84 persen secara YoY.

"Penyaluran kredit BRI didominasi ke segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Rp 681,50 triliun atau sebesar 76,72 persen. Pertumbuhan kredit UMKM BRI kuartal II 2019 13 persen," kata dia dalam acara paparan kinerja, di Gedung BRI 1, Jakarta, Rabu (14/8).

Hingga akhir Juni 2019, tercatat BRI telah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 50,29 triliun kepada lebih dari 1,2 juta debitur. Dia menyebut ini setara dengan 57,8 persen dari target breakdown yang diberikan kepada BRI oleh pemerintah di 2019 sebesar Rp 86,97 triliun.

BRI juga turut berperan dalam memberikan pendampingan dan pelatihan kepada para pelaku UMKM. Sampai pertengahan tahun 2019, pembiayaan Bank BRI mendukung 1,1 juta pelaku UMKM sukses naik kelas. Sekitar 65 persen dari jumlah tersebut didominasi oleh pelaku UMKM yang mengajukan pembiayaan mikro.

Sementara itu, total aset BRI saat ini mencapai Rp 1.288,20 triliun atau tumbuh 11,70 persen. Perseroan juga mampu menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 945,05 triliun atau tumbuh 12,78 persen. Proporsi DPK BRI masih didominasi oleh dana murah (CASA) berupa tabungan dan giro dengan komposisi mencapai 57,35 persen.

Baca juga:
Tembak kasir BRI pakai airsoft gun, perampok gasak Rp 150 Juta
Laba bersih BRI Agro turun 23,29 persen
BRI tawarkan asuransi pada masyarakat berpenghasilan rendah
BRI minta Jokowi-JK lanjutkan program KUR
BRI kucurkan Rp 40 miliar buat Waroeng Rajawali
BRI catat dalam tiga bulan, kiriman TKI ke Indonesia Rp 6,7 T
Rajin 'goreng' isu akuisisi, Serikat Pekerja BUMN serang Dahlan

(mdk/bim)