Semester I-2019, Defisit APBN Makin Melebar Capai Rp135,8 Triliun

UANG | 16 Juli 2019 17:48 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semester I-2019 melebar hingga mencapai Rp135,8 triliun hingga Juni 2019. Angka tersebut lebih tinggi dari tahun 2018 yang hanya defisit Rp110,6 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan meski lebih tinggi dari tahun sebelumnya, namun defisit tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata 4 tahun terakhir.

"Total defisit anggaran sampai semester satu adalah Rp135,8 triliun, dalam hal ini lebih besar dibandingkan defisit semester satu tahun lalu sebesar Rp110,6 triliun," kata dia dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Selasa (16/7).

Dia mengungkapkan melebarnya defisit APBN dikarenakan belanja negara sepanjang semester satu lebih besar dibandingkan penerimaan. "Realisasi APBN semester satu dilihat dari postur adalah sebagai berikut, pendapatan negara tercapai Rp898,8 triliun atau 41,5% dari target," ujarnya.

Sementara itu, belanja yang sudah digelontorkan adalah Rp1.034,5 triliun atau 42 persen dari target tahun 2019.

"Atau terjadi pertumbuhan belanja negara 9,6 persen, di mana belanja kementerian/lembaga (K/L) Rp342,3 triliun, atau tumbuh 15,7 persen, dan belanja non K/L Rp288,2 triliun atau tumbuh 9,8 persen," tutupnya.

Baca juga:
Atasi Defisit Neraca Dagang, Menperin Dorong Produsen Lakukan Substitusi Impor
Destry: Defisit Transaksi Berjalan Indonesia Masih Dimaklumi
Banggar DPR Tawarkan Pemerintah Tingkatkan Defisit Anggaran
Pemerintah Target Defisit APBN 2020 Sebesar 1,75 Persen
Sri Mulyani: Defisit APBN Capai Rp127 Triliun Hingga Mei 2019
Setoran TKI & Peningkatan Pariwisata Jadi Cara Cepat Tekan Defisit Transaksi Berjalan

(mdk/azz)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com