Semester I-2020, Investasi Sektor Industri Domestik Naik 23,9 Persen

Semester I-2020, Investasi Sektor Industri Domestik Naik 23,9 Persen
UANG | 28 Juli 2020 15:17 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian mencatat sepanjang semester I-2020, jumlah investasi sektor industri mengalami peningkatan hingga Rp129,6 triliun atau naik 23,9 persen dibanding capaian pada periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp104,6 triliun. Torehan positif ini diyakini sebagai permulaan baik industri domestik meskipun di tengah tekanan dampak pandemi Corona

"Pemerintah bertekad untuk terus mewujudkan iklim berusaha yang kondusif melalui kebijakan strategis, yang bisa menjadi daya tarik bagi para investor asing maupun domestik supaya mereka semakin percaya diri menanamkan modalnya di Indonesia, kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam webinar bertajuk Mid-Year Economic Outlook 2020, Selasa (28/7).

Adapun lima sektor yang menanamkan modalnya paling besar selama enam bulan pertama tahun ini. Pertama, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dengan menggelontorkan dananya senilai Rp45,2 triliun, disusul industri makanan Rp26,6 triliun, serta industri kimia dan farmasi Rp19,5 triliun.

Selanjutnya, industri mineral non-logam merealisasikan investasinya sebesar Rp6,1 triliun, disusul industri kendaraan bermotor dan alat transportasi sekitar Rp6 triliun. Realisasi modal dari sektor industri ini sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi negara tujuan utama untuk dijadikan basis produksi para investor dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Menperin menegaskan, pihaknya selama ini proaktif menggaet investor sektor industri yang potensial untuk menanamkan modalnya di Indonesia, termasuk bagi yang ingin merelokasi pabriknya. Sektor-sektor yang menjadi incaran, antara lain industri padat karya, substitusi impor, dan berteknologi tinggi.

"Kami mendorong investasi ini untuk memproduksi barang-barang pengganti-impor. Serta meningkatkan penggunaan bahan baku yang diproduksi secara lokal dan barang setengah jadi," imbuhnya

Selain itu, penguatan rantai pasok yang terintegrasi menjadi penting guna meningkatkan daya saing industri manufaktur di tanah air. Dalam hal ini, peran investasi cukup besar dalam mengisi kekosongan sektor yang ada pada pohon industri nasional.

"Kami telah memfasilitasi pembangunan kawasan-kawasan industri terpadu yang bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk menarik investor skala global," tukasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Harga Bitcoin Tembus Capai Rp162 Juta
Menko Luhut Jelaskan Alasan Indonesia Masih 'Seksi' di Mata Investor
Pemerintah Pertimbangkan Gandeng China Kembangkan Rare Earth di Indonesia
5 Fakta di Balik Penghentian Kegiatan Jouska, Termasuk Diduga Langgar 3 UU
Menko Luhut Soal Omnibus Law: Tidak Ada Pemerintah Buat Aturan Membunuh Rakyatnya
Penjelasan Lengkap Satgas Investasi Soal Penghentian Operasional Jouska

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami