Sempat Batalkan 33 Penerbangan, Aktivitas Bandara Pekanbaru Kembali Normal

UANG | 23 September 2019 21:42 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Hujan dengan intensitas ringan hingga deras mengguyur sebagian wilayah Riau. Jarak pandang di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru yang sebelumnya hanya 500 meter kini menjadi 4 kilometer.

"Alhamdulillah kondisi tersebut membuat aktivitas penerbangan di Bandara Pekanbaru sudah kembali normal. Jarak pandang sudah 4 Kilometer," kata Officer in Charge Bandara SSK II Pekanbaru, Benni Netra kepada merdeka.com, Senin (23/9) malam.

Hujan tersebut terjadi sekitar pukul 15.50 Wib di beberapa sudut Riau. Beberapa menit kemudian, hujan menular ke daerah lainnya dan kabut asap langsung hilang. Udara di Pekanbaru pun terang benderang.

"Sebelum hujan, sebanyak 33 pesawat sudah terlanjur dibatalkan penerbangannya. Yang tadi Retrrub to Base (kembali ke bandara keberangkatan) Singapore sudah kembali, begitupula juga yang divert (dialihkan) ke Padang," ucap Benni.

Benni menjelaskan, dari 33 penerbangan yang dibatalkan itu, ada 17 di antaranya jadwal keberangkatan. Sedangkan 16 merupakan jadwal penerbangan kedatangan.

"Tadi yang sudah dibatalkan tidak berangkat lagi karena terganggu akibat jarak pandang yang minim," imbuhnya.

Benni menyebutkan, sejak Senin pagi memang ada beberapa penerbangan sempat melakukan Holding atau berputar-putar di atas langit Pekanbaru. Mereka menunggu jarak pandang yang terbatas menjadi baik.

Maskapai yang holding itu seperti Lion Air dari Bandara Kualanamu, Medan berputar-putar selama kurang lebih dua jam dan akhirnya dapat mendarat di Pekanbaru pada pukul 14.12 WIB.

"Lalu pesawat Scoot Air yang berangkat dari Singapura sempat holding beberapa kali di wilayah Riau. Akhirnya pilot lebih memilih kembali ke Singapura," kata Benni.

Baca juga:
Penjelasan BMKG Soal Hujan Es di Tengah Kabut Asap Pelalawan
2019, Luas Karhutla di Indonesia Capai 328.724 Hektare
Sebagian Wilayah di Riau Diguyur Hujan, Jarak Pandang Mulai Normal
Deretan Hewan Buas yang Menderita Akibat Kebakaran Hutan di Indonesia
Pemprov Jambi Gratiskan Biaya Rumah Sakit Warganya yang Menderita ISPA
Kepala BNPB Sebut Karhutla Sulit Diatasi, Ini Penyebabnya

(mdk/idr)