Pegadaian Berduka, Seorang Pegawai Meninggal Diduga Akibat Virus Corona

Pegadaian Berduka, Seorang Pegawai Meninggal Diduga Akibat Virus Corona
UANG | 3 April 2020 09:46 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - PT Pegadaian (Persero) kehilangan putra terbaiknya, yaitu salah seorang karyawan Divisi Strategic Human Capital (SHC) Kantor Pusat Jakarta yang diduga meninggal karena Virus Corona pada Rabu (1/04). Sebelumnya, pada 18 Maret 2020, yang bersangkutan masih dalam kondisi sehat.

"Kami semua kehilangan sosok seorang pekerja keras yang selama ini bekerja dengan dedikasi tinggi. Kabar meninggalnya beliau tentu sangat mengejutkan kami semua, mengingat saat terakhir bekerja pada Rabu, 18 Maret 2020 yang bersangkutan masih tampak sehat," ujar Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian Swasono Amoeng Widodo di Jakarta.

Amoeng melanjutkan, seluruh keluarga besar Pegadaian ikut berduka atas meninggalnya salah seorang putra terbaik di perusahaan. Terkait dengan Covid-19, Pegadaian sudah berusaha untuk mengurangi risiko karyawan terkena Covid-19 dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh melalui vaksinasi influenza secara bertahap sesuai ketersediaannya.

"Vaksinasi influenza untuk tahap pertama diberikan kepada seluruh karyawan baik tetap maupun outsource yang berada di Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Jakarta serta kantor layanannya," jelasnya.

Menurut Amoeng, sejak 19 Maret 2020 manajemen sudah menerapkan sistem kerja dari rumah (Work From Home/WFH), dan hingga sekarang 90 persen dari karyawan di Kantor Pusat sudah melakukan WFH.

Bahkan sejak isu Covid-19 merebak, PT Pegadaian sudah membentuk gugus penanganan Covid-19 di tingkat pusat dan wilayah, dikenal dengan command centre penanggulangan covid-19. Tugas utama command center tersebut melakukan aktivitas meliputi preventif, kuratif, BCM (Business Continuity Management), mengkomunikasikan baik kepada internal maupun eksternal, serta selalu memperbaharui informasi status ODP, PDP, suspect Covid-19.

"Khusus di kantor pusat, kami telah melakukan protocol Covid-19 dengan aktivitas kegiatan tanggal 16 Maret 2020, command centre sudah meminta seluruh unit kerja di kantor pusat untuk disinfektan setiap dua atau tiga hari sekali. Tanggal 17 Maret 2020, telah dilakukan sosialisasi Covid-19 untuk semua divisi," papar Amoeng.

Di tingkat nasional, tugas command centre adalah meng-update data karyawan yang statusnya ODP, PDP, dan suspect. Data tersebut secara periodik juga dilaporkan kepada Kementerian BUMN dan setiap harinya Pegadaian melakukan update kondisi terkini melalui meeting video conference.

1 dari 1 halaman

Kurangi Jam Operasional Kantor

operasional kantor rev1

Di unit layanan, kantor wilayah di Jakarta sudah mengurangi jam operasional kantor cabang induk, menutup sementara unit kecil pelayanan cabang. Tujuannya adalah menerapkan social dan physical distancing.

"Kami juga berusaha menyediakan sarana prasarana standar Covid-19 seperti hand sanitizer, thermal gun, masker, serta sarung tangan di semua outlet layanan," jelasnya.

Karena kebijakan tersebut, lanjut Amoeng, bilamana nasabah ingin bertransaksi disarankan untuk memaksimalkan penggunan Aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS).

"Di tengah suasana duka ini, kami akan melakukan tracing terhadap karyawan yang mungkin sempat berinteraksi dengan almarhum, untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Selanjutnya akan dirujuk ke rumah sakit untuk dapat melakukan rapid test," tandasnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
Positif Corona, Pejabat di Karawang Berbagi Tips untuk Lawan Covid-19
Presiden China Telepon Jokowi: Indonesia Pasti Mengalahkan Wabah Covid-19
Mahalnya Biaya Rumah Sakit Pasien Corona di Amerika, 6 Hari Dirawat Bayar Rp1 Miliar
Penjelasan MUI Soal Tidak Salat Jumat Tiga Kali Berurutan
Bahagia Sembuh dari Corona
Takut Sendirian di Rumah, Elly Sugigi Pilih Mengungsi ke Bogor
Listrik Gratis Prabayar Sudah Dibuka, Ini 2 Cara Mengaksesnya

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami