Sepertiga Penerima Program Kartu Prakerja Tak Lagi Menganggur

Sepertiga Penerima Program Kartu Prakerja Tak Lagi Menganggur
Jokowi Kartu Prakerja. ©2019 Merdeka.com
EKONOMI | 11 Oktober 2021 20:00 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Hasil Survei Evaluasi Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja menyebut bahwa sepertiga dari penerima Kartu Prakerja yang pada saat survei dilaksanakan Januari 2021 dalam status menganggur kini sudah bekerja. Dari jumlah mereka yang berubah status menjadi ‘sudah bekerja’ itu, perbandingan antara menjadi pelaku wirausaha dan karyawan hampir berimbang.

"Proporsi hampir 50:50 antara mereka yang sebelumnya menganggur kemudian menjadi wirausahawan dan karyawan itu konsisten dengan data serupa pada 2020," kata Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari di Jakarta, Senin (11/10).

Hingga pelaksanaan Gelombang 21, Program Kartu Prakerja telah menjangkau 11,4 juta penerima, yakni 5,6 juta peserta pada 2020 dan 5,8 juga peserta pada 2021. Rata-rata peserta program Kartu Prakerja mengambil dua pelatihan atau lebih, namun Denni mencatat ada juga peserta yang sampai menyelesaikan 10 pelatihan dengan dana Rp1 juta yang tersedia.

Dia memaparkan beberapa pelatihan di ekosistem Kartu Prakerja yang banyak diminati, antara lain pelatihan penjualan dan pemasaran online, Microsoft Office, Bahasa Inggris, Ternak Lele, Hidroponik, hingga persiapan International English Language Testing System (IELTS).

Dia menyatakan, Program Kartu Prakerja merupakan inovasi pemerintah yang paling revolusioner dengan pendekatan end to end digital. "Ini adalah harapan Indonesia untuk bisa memberikan akses pelatihan sekaligus lowongan pekerjaan berkualitas kepada angkatan kerja kita," jelasnya.

Denni Purbasari juga menekankan bahwa Program Kartu Prakerja masih akan dilanjutkan pada 2022, termasuk dengan persiapan-persiapan memasuki skema normal. "Seiring nanti dimulainya pelatihan tatap muka, kami akan memperbaiki fitur-fitur yang ada. Misalnya, kalau sekarang Prakerja masih memakai web based, nanti akan memakai mobile apps dan banyak hal yang akan dikembangkan. Integrasi sistem dengan job portal juga menjadi prioritas penting," tegasnya.

2 dari 2 halaman

Penggunaan Insentif

Sebelumnya, Hasil survei program Kartu Prakerja oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia mengungkapkan bahwa penerima insentif program Kartu Prakerja menggunakan dananya untuk berbagai keperluan. Paling dominan adalah untuk membeli bahan pokok atau kebutuhan pangan.

Peneliti dari CSIS Indonesia, Fajar B Hirawan, mengungkapkan bahwa 86,7 persen responden mengatakan menggunakan insentif Kartu Prakerja untuk membeli sembako atau kebutuhan pangan.

"Kalau kita lihat di sini, temuan kami menemukan bahwa insentif yang diperoleh setelah mengikuti program Kartu Prakerja digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti sembako atau bahan pangan dijawab oleh 86,7 persen responden,"kata Fajar dalam webinar Hasil Survei Program Kartu Prakerja: Peranan Program Kartu Prakerja di Masa Pandemi pada Jumat (13/8).

Selain itu, sebanyak 63,4 persen responden menggunakannya untuk membayar listrik atau air, 51,9 persen untuk membeli pulsa atau paket internet, dan sebanyak 42,4 responden menggunakan insentif untuk menambah modal usaha.

"Yang menarik 42,4 persen digunakan untuk menambah modal usaha. Ini mungkin kaitannya dengan bagaimana caranya program Kartu Prakerja ini bisa memberikan kail daripada hanya memberikan ikan saja," tutur Fajar.

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami