Sepi Penumpang, Pengelola Bandara Kulon Progo Minta Keringanan Pembayaran Pajak

Sepi Penumpang, Pengelola Bandara Kulon Progo Minta Keringanan Pembayaran Pajak
Bandara. www.indonesia.is
UANG | 22 Januari 2021 20:00 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - PT Angkasa Pura I meminta keringanan pembayaran pajak bumi dan bangunan kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebab, jumlah penumpang yang melalui bandara tersebut sepi.

PTS General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta, Taochid Purnama Hadi mengatakan jumlah penumpang di Bandara Adisutjipto sebanyak 20.000 penumpang per hari. Namun pada 2020, penerbangan dipindah ke Bandara Internasional Yogyakarta dalam kondisi pandemi Covid-19, sehingga penumpang turun signifikan.

Selama 2020, Bandara Internasional Yogyakarta hanya melayani 996.000 orang atau 2.700 orang per hari. Pada 2020 itu juga, pihaknya mengeluarkan biaya operasional dan pemeliharaan Bandara Internasional Yogyakarta.

"Berkaitan dengan hal tersebut, kami mohon kepada bupati pada saat ini, tim dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kulon Progo sedang melakukan perhitungan untuk besaran PBB tahun ini. Kami berharap hitungan yang akan dikeluarkan juga adalah pertimbangan kondisi COVID-19," kata Taochid.

Namun demikian, dia optimistis ke depan Bandara Internasional Yogyakarta akan tumbuh, penumpang juga tumbuh kesejahteraan, dan ekonomi di sekitar bandara akan tumbuh.

"Begitu juga perekonomian masyarakat Kulon Progo secara keseluruhan akan tumbuh," katanya.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Sutedjo mengatakan perpindahan penerbangan dari Bandara Internasional Adisutjipto ke Bandara Internasional Yogyakarta momentumnya dalam kondisi pandemi Covid-19, sehingga sangat wajar terjadi penurunan frekuensi penerbangan karena memang ada pembatasan jumlah penumpang sebagai kebijakan pemerintah.

Baca Selanjutnya: Penurunan Penumpang Tak Hanya di...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami