Serikat Buruh Soal Dampak Virus Corona: Belum Ada PHK Sampai Saat ini

Serikat Buruh Soal Dampak Virus Corona: Belum Ada PHK Sampai Saat ini
UANG | 25 Maret 2020 21:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Penyebaran virus corona atau covid-19 diprediksi bakal berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Sebab, banyak tempat usaha yang sepi pengunjung.

Selain itu, baru-baru ini juga telah terbit Surat Edaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Nomor 155/SE/2020 tentang Penutupan Sementara Kegiatan Operasional Industri Pariwisata Dalam Upaya Kewaspadaan Terhadap Penularan Covid-19.

Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Kahar S. Cahyono, mengatakan hingga hari ini belum ada laporan terjadinya PHK pada pihaknya. "Kalau untuk PHK belum ada," jelasnya pada Liputan6.com, Rabu (25/3).

Namun, lanjut Kahar, pemerintah diminta segera melakukan langkah-langkah untuk memastikan hak-hak buruh tidak dikurangi.

Sebelumnya, KSPI membeberkan industri padat karya seperti tekstil, sepatu, garment, makanan, minuman, komponen elektronik, hingga komponen otomotif menjadi yang paling terpukul akibat virus corona.

Sebab, bahan baku industri tersebut berkurang, dan imbasnya produksi akan menurun. Ketika produksi menurun, maka berpotensi terjadi pengurangan karyawan dengan melakukan PHK.

1 dari 1 halaman

DPR: Jangan Sampai Ada PHK di Balik Wabah Virus Corona

sampai ada phk di balik wabah virus corona rev1

Wabah virus corona menggemparkan seluruh dunia, termasuk Indonesia yang menjadi salah satu negara terpapar covid-19 tersebut. Tak hanya ke sektor kesehatan, virus corona juga menyerang perekonomian. Sebab virus corona akan menimbulkan ketakutan masyarakat sehingga mempengaruhi kegiatan sehari-hari, hal ini ditakutkan sektor riil akan terhantam.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Sri Rahayu mengapresiasi terobosan pemerintah dan perbankan yang telah menggelar rapat untuk menyeragamkan pandangan terkait kebijakan dalam mengantisipasi dampak virus corona terhadap perekonomian Indonesia beberapa waktu lalu.

Selain itu, resiko yang mempengaruhi secara tidak langsung adalah potensi terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan menghantui perusahaan di industri yang bergantung pada mobilitas masyarakat. Sebagai contoh, perusahaan yang mungkin terimbas di antaranya adalah perusahaan maskapai dan sektor pariwisata selain itu industri manufaktur yang pasokan bahan bakunya di-Supply dari China.

"Jangan sampai terjadi PHK dibalik terjadinya virus corona," ucap Sri Rahayu dikutip keterangannya di Jakarta, Jumat (6/3).

selain itu, Yayuk (Saapan akrab Sri Rahayu) berharap ada terobosan yang dilakukan oleh pemerintah agar PHK tidak sampai terjadi terkait dampak virus corona.

"Pada dasarnya harus kita lihat betul dampaknya kepada masyarakat maupun pada dunia usaha," tutup Yayuk.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Peserta Kartu Pra Kerja Terima Rp 1 Juta untuk 4 Bulan Selama Ada Corona
Presiden Jokowi Siapkan Rp10 Triliun untuk Pekerja yang Kena PHK
Corona Ancam Industri Pariwisata, Negara Diminta Siapkan Bail Out Cegah PHK Massal
Kondisi Pengusaha Hadapi Covid-19: Terancam Tak Mampu Bayar THR Karyawan
Bisnis Terdampak Virus Corona, Pengusaha Tekstil Tak PHK Karyawan
Ada Virus Corona, HIPMI Minta Pengusaha Tak Lakukan PHK Massal
Implementasi Kartu Pra Kerja Dimulai di 3 Daerah Terdampak Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami