Setelah 8 Tahun, Krakatau Steel Mampu Raup Laba Hingga Rp1,08 Triliun

Setelah 8 Tahun, Krakatau Steel Mampu Raup Laba Hingga Rp1,08 Triliun
UANG | 29 Mei 2020 12:36 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Krakatau Steel (Persero) Tbk berhasil meraup laba bersih sebesar USD74,1 juta atau Rp1,08 triliun pada triwulan I-2020. Capaian laba ini adalah yang pertama dalam 8 tahun terakhir. Perbaikan ini disebabkan penurunan beban pokok pendapatan sebesar 39,8 persen dan penurunan biaya administrasi dan umum sebesar 41,5 persen.

"Perseroan juga telah melakukan beberapa langkah perbaikan bisnis yang telah dilakukan sejak tahun 2019 dan hasilnya mulai terlihat di triwulan I 2020 ini," tegas Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim dalam keterangannya, Jumat (29/5).

Beberapa upaya yang telah dilakukan perseroan untuk memperbaiki kinerja antara lain melalui program restrukturisasi dan transformasi. Salah satu hasil positif yang dicapai Perseroan adalah penurunan biaya operasi (operating expenses) induk turun 31 persen menjadi USD46,8 juta dibandingkan periode yang sama di tahun 2019.

Torehan positif ini tidak lepas dari keberhasilan dalam melakukan efisiensi. Di awal tahun 2020, Perseroan mampu meningkatkan produktivitas karyawan melalui program optimalisasi tenaga kerja yang meningkat 43 persen dibandingkan dengan pada saat tahun berjalan di 2019.

Selain itu, beban penggunaan energi, consumable, utility, biaya tetap, dan suku cadang mengalami penurunan, sehingga total penurunan biaya di Januari 2020 mencapai 28 persen jika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara untuk cash to cash cycle juga mengalami percepatan siklus 40 hari atau sekitar 41 persen pada Desember 2019 dibanding dengan periode di sepanjang tahun 2018.

"Atas upaya-upaya efisiensi, Krakatau Steel telah berhasil melakukan penghematan biaya sebesar USD130 juta pada triwulan I 2020. Meskipun demikian, kondisi di triwulan II 2020 diperkirakan berbeda karena kondisi pasar baja yang melemah sampai sekitar 50 persen akibat dari kondisi ekonomi Indonesia yang sedang mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Kinerja di Triwulan II Akan Berat

Silmy memprediksi kinerja perusahaan akan menemui tantangan berat di triwulan II-2020. Menyusul pelemahan pasar baja hingga 50 persen sebagai dampak dari ekonomi Indonesia yang sedang mengalami tekanan akibat pandemi Corona atau Covid-19.

"Melemahnya perekonomian nasional telah berdampak pada industri baja. Hal ini jika berlanjut terus menerus maka diperkirakan akan berdampak pada kinerja di tahun 2020," kata Silmy.

Menurutnya, pandemi ini cukup berdampak buruk bagi kelangsungan bisnis industri baja di Tanah Air. Namun, Krakatau Steel sebagai BUMN strategis dengan dukungan pemerintah berusaha untuk menjaga industri hilir dan industri pengguna agar tetap beroperasi. Antara lain dalam hal ketersediaan lapangan pekerjaan, pengurangan ketergantungan terhadap impor, dan peningkatan daya saing industri nasional.

Namun, jika pandemi terus berlarut-larut dan perseroan tidak melakukan langkah antisipasi dipastikan industri hilir dan industri pengguna akan menutup lini produksinya. Hal ini diakibatkan oleh rendahnya tingkat utilisasi.

Karakteristik industri sendiri memerlukan waktu untuk melakukan proses start-up produksi dan kondisi tersebut akan menimbulkan celah masuknya produk impor yang dapat menimbulkan defisit neraca perdagangan nasional. Apabila industri sempat mati, maka akan sulit untuk dihidupkan kembali karena dibutuhkan usaha ekstra dan bisa memakan waktu lama serta biaya lebih besar untuk memulihkannya.

"Kita berharap kondisi perekonomian di triwulan III dan triwulan IV akan membaik. Sehingga Krakatau Steel dapat kembali meraih keuntungan seperti halnya di triwulan I-2020 dan tahun ini Krakatau Steel dapat membukukan laba seperti yang direncanakan pasca selesainya restrukturisasi Krakatau Steel," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
KIEC Berpartisipasi dalam Kegiatan Polri Peduli Penghijauan
Cegah Banjir, PT KIEC dan Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Saluran Air
Tanggapan Bos Inalum soal Kabar Masuknya Krakatau Steel ke Holding BUMN Tambang
Krakatau Steel Restrukturisasi Utang USD 2 Miliar, Terbesar Sepanjang Sejarah
Krakatau Bandar Samudera Luncurkan Digital Magazine
Krakatau Steel Restrukturisasi Utang 4 Bank, Tenor Diperpanjang 10 Tahun

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5