Setelah Proses Holding, Aset IFG Melonjak Drastis Menjadi Rp75,7 Triliun

Setelah Proses Holding, Aset IFG Melonjak Drastis Menjadi Rp75,7 Triliun
UANG | 20 Oktober 2020 13:40 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Perusahaan asuransi jiwa, Indonesia Financial Group atau IFG mencatatkan lonjakan aset setelah proses konsolidasi dengan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) sejak Maret lalu. Tercatat, saat ini nilai aset perusahaan asuransi pelat merah itu naik menjadi Rp75,7 triliun.

"Sebelumnya PT BPUI hanya memiliki total aset Rp4,7 triliun. Tetapi dengan konsolidasi IFG menjadi holding, total aset mencapai Rp72,5 triliun. Tambahan aset berasal dari saham pemerintah, dari Jasa Raharja, Jamkrindo, Askrindo dan Jasindo," ujar Direktur Keuangan dan Umum IFG, Rizal Ariansyah dalam konferensi virtual, Selasa (20/10).

Peningkatan nilai juga terjadi pada neraca keuangan lain, seperti ekuitas menjadi Rp36,7 triliun. Padahal sebelumnya hanya tercatat Rp1,3 triliun. Kemudian, pendapatan IFG Life terbaru mencapai Rp4,2 triliun. Sementara awalnya hanya sebanyak Rp127 miliar.

Terakhir, laba bersih melonjak hingga Rp536 miliar. Dari perolehan sebelumnya yang hanya mencapai Rp 19 miliar.

Menurut Rizal, capaian nilai positif ini menjadi lompatan besar bagi perusahaan untuk lebih berkontribusi terhadap pendapatan negara dan perbaikan iklim industri asuransi. "Ini menjadi tantangan IFG untuk mewujudkan target dari pemerintah," ujar dia.

Baca Selanjutnya: Bagi Tiga Klaster...

Halaman

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami