Setengah Negara Miskin Dunia Terancam Bangkrut Imbas Pandemi dan Perang Rusia-Ukraina

Setengah Negara Miskin Dunia Terancam Bangkrut Imbas Pandemi dan Perang Rusia-Ukraina
ilustrasi bangkrut. ©2014 Merdeka.com
EKONOMI | 10 Juni 2022 12:04 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Dunia menghadapi kondisi yang sulit setelah dua tahun melewati pandemi Covid-19. Dalam laporan Global Crisis Respons Group (GCRG), hari ini, 60 persen pekerja memiliki pendapatan riil yang lebih rendah daripada sebelum pandemi.

"Selain itu, 60 persen dari negara-negara termiskin berada dalam kesulitan utang atau tinggi risiko. Negara berkembang kehilangan USD1,2 triliun per tahun untuk mengisi kesenjangan perlindungan sosial," demikian dikutip laporan tersebut, Jakarta, Jumat (10/6).

Laporan tersebut melanjutkan, dibutuhkan USD4,3 triliun per tahun atau lebih banyak uang dari sebelumnya untuk memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Kemampuan negara dan orang untuk menangani kesulitan keuangan semakin menipis.

Pandemi kemudian diikuti dengan perang Rusia-Ukraina yang membuat prospek pertumbuhan rata-rata global telah direvisi ke bawah. Beberapa negara menyatakan keseimbangan fiskal telah memburuk, dan rata-rata rumah tangga telah kehilangan 1,5 persen secara nyata pendapatan karena kenaikan harga jagung dan gandum.

2 dari 2 halaman

Semakin Banyak Kelaparan

kelaparan rev1

Di seluruh dunia, lebih banyak orang telah menghadapi kondisi seperti kelaparan. Menurut catatan, semakin banyak orang menghadapi keadaan darurat kelaparan yang parah.

"Ini yang tersisa dampak pandemi, ditambah dengan perang di Ukraina dan dampak perubahan iklim, adalah kemungkinan untuk lebih meningkatkan lagi jajaran miskin," tulis GCRG dalam laporannya.

Kemiskinan berpotensi meningkat seiring dengan meningkatnya kerentanan kemampuan, terutama bagi perempuan dan anak perempuan. Negara dengan kapasitas terbatas adalah negara yang paling terpengaruh atas krisis biaya hidup yang menghantui.

Baca juga:
Banyak Negara Terancam Krisis Ekonomi dan Kesehatan, Bagaimana dengan Indonesia?
Kondisi Dunia di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi Seperti Tahun 1980
Waspada, Naiknya Harga Pangan dan Energi Bisa Picu Krisis Kesehatan Global
Sri Mulyani Buka-bukaan Ada Peluang Krisis Keuangan di Berbagai Negara
Singapura: Pengembangan Riset Tetap Dibutuhkan Meski Negara Alami Krisis
Pemerintah dan Pelaku Usaha Harus Responsif Hadapi Krisis Ekonomi
Mengukur Kekuatan Ekonomi Indonesia di Tengah Potensi Resesi Dunia

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini