Shopee 10.10 Brands Festival Banjir Promo Menarik dari 16 Merek Terkenal

Shopee 10.10 Brands Festival Banjir Promo Menarik dari 16 Merek Terkenal
Konpers Shopee 10.10 Brands Festival. ©2019 Merdeka.com
EKONOMI | 17 September 2019 16:28 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Shopee Indonesia akan menghadirkan 10.10 Brands Festival pada 16 September 2019 sampai 10 Oktober 2019. 10.10 Brands Festival ini akan menggaet 16 mitra brand ternama di Indonesia dan berfokus pada perlengkapan rumah tangga.

Head of Brands Management Shopee Indonesia Daniel Minardi mengatakan, dalam 10.10 Brands Festival ini, Shopee akan memberikan berbagai macam promo menarik. Tak hanya promo, brand yang sudah bermitra dalam ajang ini juga sudah menyiapkan berbagai macam hadiah menarik mulai dari bundle product sampai dengan HP, TV, dan kulkas.

Daniel melanjutkan pihaknya juga berkomitmen untuk terus meningkatkan pengalaman belanja bagi pengguna dengan bekerja sama dengan mitra brand ternama di Indonesia.

"Untuk 10.10 Brands Festival, Shopee bekerja sama dengan brand terbaik untuk memberikan nilai tambah dalam belanja online bagi pengguna," ucapnya saat media gathering di Kemang, Jakarta, Selasa (17/9).

"Alasan meluncurkan 10.10 Brands Festival juga karena adanya supply dan demand. Di satu sisi, ada demand dari masyarakat. Jadi, Shopee akan Mengedepankan sesuatu yang inovatif tiap harinya," tambahnya.

Harbolnas Genjot Penjualan 200 Kali Lipat

Daniel menambahkan pada momen belanja online, pihaknya dapat mencatatkan pertumbuhan penjualan hingga 200 kali lipat. Hal ini tentu disambut positif oleh mitra Shopee Mall.

Kehadiran Shopee Mall berawal karena keinginan customer untuk bisa belanja brand ternama yang ada di mal, tapi melalui online. Kehadiran Shopee Mall mendapatkan respons yang positif dari brand yang telah bekerja sama.

Brand yang telah bermitra dengan Shope Mall mengakui bahwa mereka sangat terbantu dengan adanya kampanye dari Shopee ini.

"Kita lihat pertumbuhannya pesat. Kalau lagi super brand day, penjualan itu bisa 200 kali lipat. Jadi, kita senang bisa bekerja sama dengan partner. Kesinambungan ini yang terus kita jaga," ucap Daniel Minardi.

"Shopee Brands Festival ini sendiri sudah kita alami sebelumnya dan sekarang kita dapat kesempatan lagi. Kita bisa kasih promo-promo khusus ke customer. Di sini kita sebagai pihak brand tentu sangat terbantu," ucap pihak brand Kintakun.

Reporter Magang: Rhandana Kamilia

2 dari 3 halaman

Belanja di Shopee Kini Bisa Bayar Dengan Layanan OneKlik BCA

shopee kini bisa bayar dengan layanan oneklik bca rev3

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menggandeng Shopee Indonesia meluncurkan layanan baru yang memudahkan nasabah saat melakukan pembayaran belanja online. Layanan tersebut dinamakan OneKlik BCA.

Wakil Presiden Direktur BCA, Armand W. Hartono mengatakan, peluncuran layanan tersebut dilakukan karena transaksi pembayaran dengan metode online saat lini semakin diminati oleh masyarakat yang gemar berbelanja di portal e-commerce.

"Meningkatnya minat masyarakat untuk berbelanja secara online harus dibarengi dengan berbagai alternatif pembayaran yang tidak hanya aman, namun juga semakin memudahkan pembeli," kata dia dalam acara peluncuran di Menara BCA, Jakarta Pusat, Rabu (9/1).

OneKlik merupakan solusi baru bayar belanja online, di mana nasabah dapat langsung melakukan pembayaran pada aplikasi merchant hanya dengan satu kali klik. Cukup registrasi sumber dana dari rekening BCA, OneKlik dapat langsung digunakan untuk bayar belanja.

"Sekarang minat masyarakat sangat tinggi untuk belanja online, inovasi terbaru kami OneKlik ini, kami yakini dapat menambah kenyamanan masyarakat dalam melakukan pembayaran belanja online," ujarnya.

OneKlik pada saat pembayaran tidak membutuhkan kode OTP. Sebab sesuai namanya pembayaran hanya dilakukan dalam satu kali klik. Untuk meminimalisir risiko, pihak BCA dengan Shopee membatasi jumlah maksimal pembayaran melalui OneKlik.

"Makanya ada batasannya. Jadi kita jaganya dari registrasinya. Yang penting registrasinya harus benar, setelah itu bisa belanja. Tapi masih ada batasannya ya. Sejuta saja dulu," ujarnya.

Dalam kesempatan serupa, CEO Shopee, Chris Feng mengatakan akan terus melakukan inovasi seiring dengan pertumbuhan konsumen yang kian besar.

"Kami terus berkomitmen untuk mengoptimalkan platform dengan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan para pengguna. Termasuk memperkuat kerja sama kami dengan mitra terdepan untuk menawarkan berbagai opsi pembayaran," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Shopee Disebut Ungguli e-Commerce Lain

ungguli e commerce lain rev3

Tidak bisa dipungkiri jika saat ini e-commerce telah menjelma sebagai salah satu motor penggerak utama transformasi menuju ekonomi digital. Hal tersebut disebabkan e-commerce berhasil menghadirkan beragam daya tarik, seperti pengalaman belanja online menyenangkan, promosi menarik, hingga jutaan varian produk.

Sebagai bukti, data dari sebuah perusahaan app analysis bernama AppAnnie menyebutkan jika Shopee sukses menduduki peringkat paling atas sebagai aplikasi belanja online yang paling banyak diunduh, disusul Lazada di posisi kedua. Fakta tersebut makin diperkuat berkat adanya data hasil ulasan Tech in Asia yang mengonfirmasi dominasi Shopee di pasaran.

Sepak terjang Shopee yang luar biasa di Asia Tenggara tersebut tentu saja berkat dukungan dari adanya aplikasi Shopee versi lokal di beberapa negara, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Taiwan, dan Filipina. Hal ini cukup berbeda dengan konsep one-app milik Lazada yang memiliki satu aplikasi yang digunakan di berbagai negara berbeda.

Shopee memang memiliki peran penting dalam peningkatan nilai ekonomi digital di sektor e-commerce. Sebagai salah satu dari tiga perusahaan e-commerce terbesar di Asia Tenggara, dilaporkan jika Shopee telah mengalami kenaikan GMV (Gross Merchandising Value) hingga 153%. Pada periode tersebut, total adjusted income-nya mencapai 71,2 juta USD, jauh lebih tinggi ketimbang angka yang tercatat di kuartal ketiga tahun 2017.

Bila diestimasi, nominal GMV yang berhasil diraih Shopee berada di kisaran 6,9 miliar USD hingga 7,3 miliar USD, sepertiga dari estimasi total GMV e-commerce yang dilaporkan oleh Google dan Temasek Holdings. Raihan ini pun sejalan dengan banyaknya konsumen yang memilih menggunakan smartphone untuk berbelanja online.

Seiring perkembangan masyarakat yang semakin melek teknologi, persaingan industri e-commerce di Asia Tenggara pun kian memanas. Meski begitu, prestasi berhasil unjuk gigi di tangga persaingan tahun 2018 dengan menyalip Lazada dan Tokopedia. Shopee memanfaatkan celah yang ada dengan memulai pendekatan pada konsumen lewat mobile apps.

Berkat strategi tersebut, Shopee terus mengibarkan kiprah baik dalam ombak persaingan e-commerce di Asia Tenggara, terlebih lagi di Indonesia. Sebagai gambaran, saat momen Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) pada tanggal 12 Desember 2018 lalu, Shopee sukses memecahkan rekor dengan mencatat lebih dari 12 juta transaksi di tujuh negara. Catatan tersebut tentu menjadi bukti jika Shopee telah mengalami perkembangan yang amat pesat.

(mdk/bim)

Baca juga:
Jual Emas Online, Tokopedia dan Bukalapak Tak Perlu Kantongi Izin Pemerintah
Berkunjung ke Kantor Pusat Alibaba di Hangzhou
2 Minggu Lagi, Belanja Produk dari Luar Negeri di E-Commerce Bakal Ada Bea Masuk
Menteri Susi Minta Bukalapak dkk Cegah Penjualan Alat Perusak Perikanan
Penjelasan Lengkap Bukalapak soal Isu PHK Karyawan
Menristek: Produk Startup Teknologi Lokal Masuk e-Commerce, Lawan Hiddent Import
BaliDex 2019 Hasilkan ASWIN dan IDEA, Akses Digital-Global buat UKM Lokal

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami