Silang Pendapat Mendag dan Bos BKPM, Penting Mana Konsumsi atau Investasi?

Silang Pendapat Mendag dan Bos BKPM, Penting Mana Konsumsi atau Investasi?
Mata Uang Dolar AS dan Rupiah. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo
UANG | 26 Januari 2021 19:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia punya sudut pandang berbeda terkait mana yang lebih penting didahulukan, peningkatan investasi atau konsumsi.

Mendag Lutfi menganalogikan investasi dan konsumsi seperti hubungan kasih antara laki-laki dan perempuan. Dia mengibaratkan konsumsi dan kegiatan dagang seperti pacaran, dan investasi sebagai komitmen jangka panjang.

"Yang pertama kali kita mesti kenalan, saling mengunjungi. Setelahnya kita pacaran atau trading dulu. Setelah trading, jatuh cinta dan saling kenal itu baru kita punya komitmen atau investasi, dalam pergaulan ini adalah perkawinan," jelasnya, Selasa (26/1).

Dengan begitu, dia menilai konsumsi harus lebih dahulu diutamakan agar ke depannya muncul komitmen dari pelaku untuk bisa berinvestasi.

"Perdagangan itu pacaran. Apa yang kamu punya, saya punya, kita saling jatuh hati. Komitmennya investasi. Perdagangan membawa investasi dan investasi membawa industrialisasi," kata Mendag Lutfi.

Baca Selanjutnya: Kata Bos BKPM...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami