Simak Tips Jitu Sebelum Putuskan Membeli Rumah Bekas

UANG | 4 September 2019 06:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Memiliki rumah pastinya menjadi salah satu life goals yang wajib dimiliki milenial. Bukan tanpa alasan, rumah memang memegang peranan penting sebagai tempat tinggal di masa depan. Nggak heran jika banyak milenial yang memilih untuk mendahulukan pengajuan KPR jika dibandingkan kredit kendaraan bermotor atau KKB.

Ketika hendak membeli rumah dan terbentur keterbatasan kondisi keuangan, rumah bekas mungkin bisa menjadi salah satu pilihan terbaik untuk Anda. Namun tentu, laiknya setiap keputusan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelumnya.

Salah satunya karena rumah tersebut akan menjadi tempat tinggal Anda dalam jangka waktu lama. Tentunya perlu dipastikan bahwa rumah tersebut nantinya tidak akan memunculkan masalah.

Hal yang perlu diperhatikan pertama, pembeli wajib mengecek kondisi rumah tersebut. Bagaimana kondisi bangunan rumah tersebut, sudah berapa lama bangunan tersebut, bagaimana keadaan atap, dinding, air, dan lain sebagainya.

Namun, ada hal yang jauh lebih penting dari kondisi rumah. Pengamat properti, Aleviery Akbar, menyampaikan bahwa legalitas menjadi elemen terpenting sebelum Anda membeli rumah bekas.

"Cek sertifikat. Apakah penjual sesuai namanya dengan yang tertera di sertifikat. Jika tidak sama dengan sertifikat atau rumah keluarga, pembeli perlu meminta surat pernyataan atau kuasa anggota keluarga lain atas penjualan rumah tersebut," jawab Aleviery Akbar saat dihubungi Merdeka.com, Rabu (4/9).

Selain legalitas, perlu juga mengecek lokasi atau lingkungan dari rumah tersebut. Apakah rumah tersebut bebas dari banjir atau tidak. Juga, bagaimana fasilitas dari lingkungan tersebut, seperti sekolah, transportasi umum, rumah sakit, dan juga pasar atau pusat perbelanjaan.

Pembeli pun nantinya juga harus menyiapkan dana untuk membeli rumah tersebut. Apakah cara pembayaran yang akan dilakukan melalui tunai keras atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Serta, menyiapkan dokumen-dokumen penting, seperti KTP, KK, dan lainnya.

Meski begitu, rumah bekas dapat menjadi solusi ketika ingin membeli rumah impian. Selain harganya yang jauh lebih murah, keuntungan lainnya adalah lingkungan sudah terbentuk, seperti fasilitas, tempat ibadah, tetangga, dan lain-lain.

Sebelumnya, Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung, mengatakan bahwa tren penjualan rumah sekunder atau bekas pada 2018 cenderung mengalami peningkatan. Berdasarkan data Rumah123, rata-rata para pencari rumah lebih banyak dilakukan di wilayah Jabodetabek.

"Tiga area pencarian yang meningkat di Jabodetabek ada di beberapa kota, seperti Depok, Tangerang, dan Bogor," kata Ignatius.

Ignatius mengatakan, selain di Jabodetabek, pencarian rumah bekas justru meningkat terjadi di daerah Surabaya. Menariknya pencarian properti di daerah tersebut meningkat dua kali lipat apabila dibandingkan periode sebelumnya.

"Pencarian properti di Surabaya meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumya," imbuhnya.

Dari tren pencarian rumah yang dilakukan di Jabodetabek dan Surabaya, rata-rata pihaknya mencatat harga rumah bekas yang diminati para pencari properti yakni berada dikisaran Rp500 juta sampai Rp1 miliar.

Reporter Magang: Rhandana Kamilia

Baca juga:
Penjualan Rumah Bekas di 2018 Meningkat, Paling Banyak di Jabodetabek
Pahami cara dan untung rugi sebelum membeli rumah lelang
Ini petunjuk buat Anda sebelum membeli rumah bekas
Harga rumah bekas di kawasan elit Jakarta
Harga tak lagi jadi pertimbangan utama pembelian rumah bekas
Rumah bekas paling diburu konsumen
Berburu rumah bekas lewat internet

(mdk/bim)