Sinergikan Data Lahan Pertanian, Mentan Syahrul Temui Menteri Sofyan

UANG | 31 Oktober 2019 12:01 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bertemu dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) Sofyan Djalil untuk mencocokkan data lahan baku sawah yang dimiliki tiap lembaga terkait. Langkah ini dinilai sebagai awal untuk menyatukan seluruh data pertanian agar tidak terdapat perbedaan konsepsi.

"Kita menyamakan persepsi dan data tentang data lahan baku sawah, ya beberapa waktu yang lalu ada perbedaan data yang telah dipublish dengan perspektif kementerian pertanian," ujar Sofyan di kantor Kementerian ATR/BPN, Kamis (31/10).

Sebelumnya, Kementerian ATR/BPN mempublikasi data lahan baku sawah seluas 7,1 juta hektare pada tahun 2018. Namun, saat Kementan melakukan verifikasi ulang, hasilnya berbeda.

"Sekarang, kita sudah verifikasi data lahan di 20 provinsi penghasil beras utama. Dan sudah ada data yang disepakati bersama oleh BPS (Badan Pusat Statistik), BIG (Badan Informasi Geospasial), Kementan dan ATR/BPN," ujar Sofyan.

Untuk hasil spesifiknya, Sofyan tidak bisa menyebutkannya sekarang karena perhitungannya memakan waktu. Namun dirinya berharap, bulan depan, data koreksi dari publikasi tahun lalu bisa segera keluar.

"Mudah-mudahan, 1 Desember data yang baru dan sudah dikoreksi bisa keluar," ujarnya.

Sementara itu, Mentan Syahrul mengatakan, mereka juga membicarakan tentang definisi sawah antar kementerian, agar tidak terjadi perbedaan persepsi. "Sebenarnya, definisi sawah (Kementan dan ATR/BPN) sama," ujar Syahrul.

Setelah mencocokan data lahan pertanian dengan Kementerian ATR/BPN, dia direncanakan akan mendatangi kantor Kementerian Perdagangan pada Jumat (1/11).

"Kalau saya ditanya, hari ini saya akan ketemu Menteri Koperasi, besok akan ketemu Menteri Perdagangan, kemarin dengan BPS, kita harus menyatu, urusannya sama kok, untuk negara, untuk rakyat," ungkapnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Gerebek Gudang di Gresik & Blitar, Polisi Sita 16,7 Ton Benih Pertanian Ilegal
Eks Mentan Amran Curiga Data Sawah Dipermainkan Mafia, Ini Jawaban BPS
Politisi Gerindra Sebut Data BPS Sudah Melalui Kajian Matang
Jadi Mentan, Syahrul Yasin Limpo Tantang Mafia di Sektor Pertanian
Syahrul Yasin Limpo, Putra Pejuang Kemerdekaan yang Menjadi Menteri Pertanian
Petani di Daerah Tertinggal Terapkan Smart Farming

(mdk/azz)