Sisir Anggaran, Menteri Erick Heran BUMN Ingin Bangun Gedung Arsip di Era Digital

UANG | 14 Desember 2019 18:30 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, melakukan penyisiran anggaran di kementerian BUMN. Hasilnya, dia menemukan beberapa anggaran yang tidak efisien.

"Kemarin baru saja kita baru sisir anggaran di BUMN, mana yang tidak efisien, mana yang kurang tepat kita perbaiki," kata dia, di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (14/12).

Dia mengungkapkan, salah satu anggaran yang disisir adalah pembelian tanah dan gedung untuk arsip. Padahal, menurutnya, di zaman yang sudah serba digital ini pengarsipan bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi penyimpanan digital seperti cloud.

"Nah juga mengenai beberapa kemarin misalnya mau beli tanah atau gedung buat gedung arsip. Saya rasa kan eranya sekarang sudah icloud, ya ngapain kita bikin sesuatu yang massif lagi apalagi mau pindah ibukota baru," ujarnya.

Oleh karena itu, Menteri Erick menyebutkan akhirnya anggaran tersebut dialokasikan untuk melakukan renovasi gedung kementerian BUMN yang menurutnya sudah terlalu tua.

"Lebih baik dana ini kemarin kita memperbaiki gedung kementerian yang sudah tua, sudah hampir 30 tahun. Semua lantai kita renovasi menjadi working space yang kreatif," ujarnya.

Hal ini juga sejalan dengan selera milenial yang saat ini dan ke depannya akan mendominasi sebagai karyawan BUMN.

"Apalagi kan ke depan pasti kita musti pikirkan generasi muda yang ada di BUMN supaya memang working space nya berbeda dan ini saya sudah persentasikan ke generasi milenial BUMN mustinya oke," ujarnya.

Selain itu, anggaran lainnya seperti training atau pelatihan akan betul-betul digunakan untuk upgrade kemampuan dan keterampilan karyawan.

"Jadi saya tidak mau bikin hal-hal yang cuman rapat-rapat tidak penting. Tapi gimana budget ini bener-bener kita pakai untuk mengupgrade tim yang ada di BUMN. Apalagi dengan paradigma yang sekarang kita sebagai service oriented. Jadi penting sekali coaching mentoring untuk temen-temen yang di kementerian BUMN," tutupnya.

1 dari 1 halaman

Aturan Baru Erick Thohir: Direksi BUMN Merugi Tak Boleh Naik Pesawat Kelas Bisnis

Menteri BUMN, Erick Thohir memerintahkan pada direksi BUMN yang kinerja perusahaannya rugi untuk menggunakan pesawat kelas ekonomi ketika melakukan perjalanan dinas.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor SE-9/MBU/12/2019 tentang Penerapan Etika dan/atau Kepatutan dalam rangka Pengurusan dan Pengawasan Perusahaan.

Dikutip Liputan6.com dari Surat Edaran tersebut, disebutkan, maksud dan tujuan penerbitan surat edaran ini ialah sebagai upaya untuk menciptakan BUMN yang bersih dan bermartabat, efisien serta mengutamakan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) yang diwujudkan dalam penerapan etika dan/atau kepatutan dalam rangka pengurusan dan pengawasan perusahaan.

Sebagai rinciannya, dalam rangka perjalanan dinas, untuk direksi BUMN yang kinerjanya buruk hanya diperbolehkan menggunakan pesawat kelas ekonomi.

Sedangkan, BUMN berkinerja baik dapat memilih maksimal hingga kelas bisnis dengan tetap memperhatikan prinsip kewajaran serta kebutuhan dan kemampuan BUMN.

Aturan ini diarahkan agar menjadi pedoman bagi direksi BUMN untuk membuat peraturan yang sama kepada karyawan-karyawannya.

Dengan beredarnya surat ini, maka dengan otomatis Surat Edaran Menteri Negara BUMN Nomor SE-08 /MBU/ 12/2015 tanggal 23 Desember 2015 dinyatakan tidak lagi berlaku.

(mdk/bim)

Baca juga:
Menteri Erick Perintahkan CSR BUMN 30 Persen ke Pendidikan dan 5 Persen Lingkungan
Istana Pesan Anak dan Cucu Usaha BUMN Jangan Sampai Matikan Bisnis Rakyat
Pegawai Kementerian BUMN Ungkap Beda Kepemimpinan Erick Thohir dan Rini Soemarno
Sadar Kelola Aset Besar, Erick Thohir Mau Pemimpin BUMN Bersih dan Profesional
Menteri Erick Ingatkan Pimpinan BUMN Waspada Godaan Harta, Takhta dan Wanita
Bos Pertamina: Total Anak dan Cucu Usaha Ada 142, Paling Banyak di Hulu
Bos PLN Siap Rampingkan 50 Anak dan Cucu Usaha

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.