Sistem Keuangan Syariah Indonesia Raih Peringkat 4 di Dunia

UANG | 12 November 2019 16:48 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Islamic Finance Development Indicator (IFDI) yang disusun Refenitiv melaporkan, sistem keuangan syariah di Indonesia tahun ini berhasil menembus lima besar di dunia.

IFDI mengukur lima kriteria keuangan syariah suatu negara, yaitu pertumbuhan kuantitatif, pengetahuan (Knowledge), tata kelola (Governance), kesadaran (Awareness) dan Corporate Social Responsibility (CSR). Refenitiv sendiri terafiliasi dengan Thomson Reuters.

Tahun ini, faktor kunci yang membuat Indonesia unggul adalah berkat peningkatan di sektor Knowledge. Selain itu, ada pertumbuhan aset syariah di Indonesia.

"Indonesia sangat berkembang dalam menyediakan pendidikan keuangan Islami dan penelitian keuangan Islami. Ini menolong industri secara keseluruhan. Ada pula peningkatan aset keuangan Islami, jadi ada sekitar pertambahan lima persen," ujar Shaima Hassan, Propositions Manager, di Jakarta, Selasa (12/11).

Wanita asal Bahrain itu menyebut aset finansial syaria Indonesia tahun ini mencapai USD 86 miliar. Jumlah tersebut sangat besar namun masih bisa dikembangkan mengingat besarnya populasi Indonesia.

Menurutnya, jika sosialisasi soal keuangan Islami di Indonesia ditingkatkan, maka itu bisa mengundang investasi asing masuk ke Indonesia.

Negeri Jiran Malaysia berada di posisi pertama, disusul oleh Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA). Shaima Hassan menyebut tantangan di Indonesia adalah kurang tersedianya data CSR syariah dari perusahaan.

Peran pemerintah pun diapresiasi oleh Shaima atas regulasi-regulasinya. Selain itu, pemerintah juga didorong melibatkan perbankan syariah dalam pembiayaan pembangunan.

1 dari 1 halaman

KNKS Sambut Baik

Pihak Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) pun menyambut baik peningkatan peringkat di IFDI. Tahun lalu, Indonesia ada di peringkat 10 dan peringkat ini akan KNKS terus tingkatkan.

Direktur Eksekutif KNKS Ventje Rahardjo juga berkata pihaknya terus melakukan sosialisasi ke event-event di luar negeri untuk mempromosikan keuangan Islami di Indonesia.

"Jadi teman-teman KNKS keliling untuk menyampaikan berita tentang keuangan syariah indonesia di berbagai event. Mudah-mudahan bisa memberi informasi lebih kepada khalayak di dunia," ujar Ventje.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
80 Persen PDB Indonesia Sesuai dengan Syariat Islam
Ketimpangan Dunia Saat ini Tertinggi Sejak Abad ke-19
BI Blak-blakan Penyebab Ekonomi Syariah Tak Berkembang di Indonesia
Ekonomi Syariah Bisa Menjadi Obat 'Penyakit' Defisit Transaksi Berjalan
Bank Indonesia Nilai Ekonomi Syariah Cocok Jadi Penangkal Dampak Gejolak Global
ISEF 2019 Diharap Bisa Wujudkan Indonesia Sebagai Rujukan Ekonomi Syariah Dunia