SKK Migas Perkirakan Investasi Hulu Migas di 2020 Turun Jadi USD 11,8 Miliar

SKK Migas Perkirakan Investasi Hulu Migas di 2020 Turun Jadi USD 11,8 Miliar
UANG | 2 Juli 2020 13:21 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto memperkirakan investasi hulu migas tahun ini mengalami koreksi dari USD 13,8 miliar menjadi USD 11,8 miliar. Hal ini akibat berbagai hal yang terjadi selama 1 semester terakhir.

Di antaranya dampak dari virus corona (covid-19) dan menurunnya harga minyak, serta adanya upaya optimalisasi cost.

"Investasi hulu memang mengalami pergeseran, dari yang tadinya USD 13,8 miliar, diperkirakan tahun ini menjadi USD 11,8 miliar. Jadi ada penurunan sekitar 14,5 persen dampak dari berbagai isu," ujar Dwi Soetjipto dalam UPbringing Live Session: Meet The Expert - ISMS Live Session 3 on Energy, Kamis (2/7).

Sementara untuk realisasi investasi hulu migas sampai dengan 31 Mei 2020 sebesar USD 3,93 miliar, atau 28,5 persen dari target 2020 semula, yakni USD 13,8 miliar.

Adapun rincian dari total realisasi tersebut yakni, 73 persen terkait produksi senilai USD 2,88 miliar, 18 persen terkait pengembangan senilai USD 0,71 miliar, 6 persen eksplorasi senilai USD 0,19 miliar, dan sisanya 4 persen terkait administrasi senilai USD 0,16 persen.

Sebelumnya, nilai investasi pengusaha minyak dunia hingga 30 persen, akibat virus corona yang melumpuhkan banyak kegiatan perekonomian di dunia, termasuk di Indonesia.

"Ada pengurangan investasi dari pemain-pemain minyak dunia sekitar 30 persen. Dan di sini ada kelompok-kelompok yang penguranganya paling besar, mulai dari USD 32,2 miliar," kata Dwi.

Adapun pengurangan paling besar mencapai USD 32,2 miliar oleh National/International Oil Company (NOC/INOC), USD 23,4 miliar dari Majors, USD 17,3 miliar oleh Shale-focused, USD 9,9 miliar dari Global Independent, USD 6 miliar dari Canada focused, dan USD 7,9 miliar dari perusahaan lainnya.

Dengan demikian, target rata-rata investasi di 2020 sebesar USD 325 miliar mengalami perubahan menjadi USD 228 miliar. "Average rencana investasi yang tadinya USD 325 miliar, turun jadi USD 228 miliar," tandasnya.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Gara-Gara Corona, Investasi Minyak Turun 30 Persen
Pertamina Lakukan Restrukturisasi Subholding Sebelum Melantai di Bursa Saham
Bos Pertamina Bongkar Alasan Putus Kerja Sama dengan Saudi Aramco
Komisi VII dan Kementerian ESDM Sepakati Asumsi Makro 2021, Ini Rinciannya
Bos Pertamina Buka-bukaan Dampak Parah Pandemi Corona pada Perusahaan
Anggaran Dipangkas, Kementerian ESDM Batalkan Pembangunan Sejumlah Proyek Migas

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami