SKK Migas Temukan Cadangan Migas di Pantai Natuna Timur Perbatasan RI-Vietnam

SKK Migas Temukan Cadangan Migas di Pantai Natuna Timur Perbatasan RI-Vietnam
Ilustrasi Migas. shutterstock.com
EKONOMI | 3 Desember 2021 20:38 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - SKK Migas bersama kontraktor minyak dan gas bumi Premier Oil Tuna BV menemukan cadangan minyak dan gas bumi di Wilayah Kerja Tuna, lepas pantai Natuna Timur, yang berada di perbatasan Indonesia dengan Vietnam.

"Temuan cadangan ini diperoleh melalui pengeboran dua sumur delineasi Singa Laut (SL)-2 dan Kuda Laut (KL)-2," kata Deputi Perencanaan SKK Migas, Benny Lubiantara dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Jumat (3/12).

Benny menjelaskan, Premier Oil melakukan pengeboran sumur eksplorasi dengan dua kaki yang menyasar pada potensi hidrokarbon di struktur SL-1 dan struktur KL-1 pada 2014 lalu.

Kedua sumur itu memiliki potensi minyak dan gas dari Formasi Gabus, Arang, dan Lower Terumbu. Potensi hidrokarbon dari struktur SL dan KL ini kemudian dikonfirmasi kembali dengan melakukan pengeboran dua sumur delineasi SL-2 dan KL-2 pada 2021.

Sejak awal, SKK Migas telah mengkategorikan kedua sumur tersebut ke dalam sumur kunci pada 2021. "Keberhasilan kedua sumur ini akan membuka peluang penemuan hidrokarbon lainnya di area tersebut yang dapat membantu target pemerintah dalam mencapai produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) di tahun 2030," jelas Benny.

Saat ini, SKK Migas dan Premier Oil sedang melakukan koordinasi dan langkah-langkah yang diperlukan untuk dapat menghitung secara terukur besaran cadangan hidrokarbon di struktur SL dan KL. "Evaluasi penentuan status eksplorasi dan studi-studi pendukung usulan plan of development akan mulai didiskusikan selambatnya awal Januari 2022," ujar Benny.

Dia mengatakan bahwa temuan cadangan di struktur SL dan KL ini sangat berpotensi menjadi temuan migas ekonomis pertama yang dapat berproduksi di cekungan Natuna Timur. "Selain bertambahnya cadangan migas nasional, temuan tersebut juga semakin menegaskan kedaulatan wilayah Republik Indonesia utamanya di perbatasan antara Indonesia-Vietnam," tegasnya.

Tajak Sumur SL-2 dilaksanakan pada 3 Juli 2021 dengan target batu pasir Formasi Gabus. Sumur itu berhasil mengalirkan sejumlah gas dan kondensat yang cukup signifikan dari satu interval DST.

Sumur SL-2 selesai beroperasi pada 7 September 2021, kemudian berpindah ke lokasi struktur KL untuk melakukan pengeboran sumur KL-2. Sumur KL-2 sendiri ditajak pada 10 September 2021 dengan target Formasi Lower Terumbu dan dapat diselesaikan pada 18 November 2021.

2 dari 2 halaman

Alirkan Minyak dan Gas

Sumur itu berhasil mengalirkan sejumlah minyak, gas, dan kondensat yang cukup signifikan dari 2 interval DST.

Selain mengelola wilayah kerja Tuna, saat ini Premier Oil juga mengelola tiga wilayah kerja eksplorasi lainnya, yakni Andaman I dan South Andaman sebagai non operator partner, serta Andaman II sebagai operator.

Premier Oil juga memiliki satu wilayah kerja yang telah berproduksi, yaitu Natuna Sea Block A. "Kami mengapresiasi langkah Premier Oil yang tetap melakukan investasi untuk kegiatan eksplorasi di Indonesia," kata Benny.

Selama periode 2019-2021, Premier Oil telah melakukan akuisisi seismik 3D di wilayah kerja Andaman II dan pengeboran sumur eksplorasi di wilayah kerja Tuna.

Tahun depan, perusahaan juga berencana untuk melakukan setidaknya satu pengeboran eksplorasi deepwater frontier di wilayah kerja Andaman II. (mdk/idr)

Baca juga:
Produksi Blok Mahakam Meningkat Tajam Dipicu Pemberian Insentif Pemerintah
Surveyor Indonesia Bentuk Unit Khusus Tangani TKDN Industri Migas
41 Komersialisasi Gas Bumi Disepakati, Potensi Penerimaan Negara Capai USD 3,6 M
Sektor Energi Tetap jadi Satu Penopang Indonesia Emas 2045
Wamen BUMN Minta Pertamina Hulu Rokan Bisa Bor 500 Sumur Hingga 2022
Pemerintah Kaji Beri Insentif Fiskal ke Industri Hulu Migas

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami