SKK Migas Terapkan Cluster Migas guna Tekan Biaya Produksi

UANG | 4 September 2019 14:39 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) membuat sistem pengelompokan (cluster) perusahaan produsen migas berdasarkan ‎letak blok yang digarap. Kebijakan ini bisa menekan biaya produksi.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, untuk menciptakan efisiensi dalam kegiatan produksi dan pencarian migas, perlu dikalukan penggunaan bersama infrastruktur penunjang oleh produsen migas atau Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS).

"Pengadaan bersama, kan kalau beli sedikit lebih mahal, kalau beli banyak lebih murah," ‎kata Dwi,
saat menghadiri I‎PA Convex 2019‎, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (4/9).

Untuk memudahkan antar KKKS menggunakan alat kerja ber‎sama, SKK Migas akan membuat sistem cluster berdasarkan letak Blok Migas yang digarap para produsen migas tersebut.‎ Menurut Dwi rencananya ada tujuh kluster yang dibangun.

"Kita bangun cluster. Tujuh cluster rencananya dalam cluster ada kerja sama sinergi infrastruktur dibuat sendiri, oleh karena itu open akses dilakukan pelaku bisnis dan penunjang harus open acces. Dari Indonesia barat sampai timur cluster dikelompokkan," ‎papar Dwi.

Dengan diterapkannya efisiensi pada kegiatan bisnis hulu ‎migas akan menciptakan keuntungan baru bagi perusahaan, sebab biaya produksi migas menjadi lebih rendah.

‎"Improve efisiensi karena kembali lagi pada portofolio investasi kemana diarahkan investasinya, pasti diarahkan menciptakan profitabilitas baru tercapai setelah melakukan efisiens‎i," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Efek Berganda Hulu Migas, Dongkrak Lowongan Pekerjaan di Daerah Operasi
Hadirkan Dampak Positif, Hulu Migas Sukses Dongkrak Lowongan Kerja di Daerah Operasi
Merdeka 74 Tahun, Ini Tantangan Sektor Migas Indonesia
Menteri Jonan Angkat Fatar Yani Jadi Wakil Kepala SKK Migas
Pemerintah akan Tingkatkan Produksi untuk Tambal Defisit Migas
Harga Turun, 5 Kargo LNG Bontang Kembali Dibeli PLN

(mdk/idr)