SKK Migas Terapkan Terobosan Baru Genjot Efisiensi Produksi Migas

SKK Migas Terapkan Terobosan Baru Genjot Efisiensi Produksi Migas
UANG | 19 Februari 2020 10:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) telah menerapkan standardisasi klasifikasi-kodifikasi material persediaan KKKS, untuk menunjang pelaksanaan transformasi.

Salah satu targetnya untuk memastikan proyek hulu migas dapat selesai sesuai jadwal dan semakin efisiennya biaya proyek dan operasional, agar memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi negara.

"Optimalisasi Manajemen Inventori yang memiliki bobot 5 persen (setara dengan Reserve Replacement Ratio)," kata Dwi, di Jakarta, Rabu (19/2).

Kerja keras SKK Migas dan KKKS untuk merealisasikan visi bersama 1 juta barel per hari pada 2030 harus disertai dengan efisiensi signifikan. Upaya pencapaian target 1 juta barel per hari akan disertai dengan semakin masifnya Pembangunan proyek hulu migas.

1 dari 1 halaman

Melalui standarisasi material yang dilakukan KKKS, maka setiap KKKS dapat berbagi material jika salah satu membutuhkan dan tidak menunggu selesainya tender engadaan serta pengiriman material dari vendor.

"Saat ini Material Persediaan KKKS Produksi (87 KKKS) mencapai USD 1,6 miliar USD dan 30 persen di antaranya berstatus surplus dan deadstock. Melalui kegiatan standarisasi dan pada akhirnya dapat disusun Inventory bersama, maka akan ada penghematan biaya yang signifikan dan berdampak positif bagi upaya memaksimalkan pemasukan negara," paparnya.

Pada tahap awal kegiatan standardisasi klasifikasi material persediaan, SKK Migas bersama dengan KKKS telah melakukan evaluasi terhadap sejumlah standar kodifikasi yang tersedia di pasaran, sampai dengan akhirnya diputuskan untuk melakukan pembangunan standard kodifikasi dan klasifikasi material persediaan secara mandiri.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Arcandra Tahar: Cadangan Minyak Indonesia Hanya 0,2 Persen Dunia
Strategi Pemerintah Kurangi Impor Minyak
Pemerintah Tambah Sektor Industri Dapat Diskon Harga Gas
DPR Sindir BPH Migas Masih Pungut Iuran Penyaluran Gas
DPR Minta Pemerintah Kaji Mendalam soal Rencana Penurunan Harga Gas
Wabah Virus Corona Tak Turunkan Permintaan Gas dari China

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami