SMF gandeng BNI Sekuritas hadirkan layanan transaksi EBA-SP Ritel pertama di RI

UANG | 2 Agustus 2018 09:37 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF bekerja sama dengan PT BNI Sekuritas menghadirkan layanan transaksi produk Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) Ritel pertama di Indonesia melalui mekanisme perdagangan di pasar sekunder.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengatakan, EBA-SP Ritel bertujuan mengembangkan jumlah investor EBA-SP dengan target investor perorangan, memanfaatkan posisi EBA-SP yang sudah ada.

"Dalam hal ini SMF akan berperan sebagai market maker guna menciptakan pasar sekunder EBA-SP menjadi lebih likuid. EBA-SP Ritel juga akan jadi alternatif baru bagi masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal," tuturnya pagi ini di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (02/7).

Menurut Ananta, bekerja sama dengan BNI Sekuritas merupakan langkah yang tepat karena BNI Sekuritas telah memiliki portal e-trading untuk melayani jual beli reksadana dan efek lainnya.

"Kami yakin BNI Sekuritas adalah perusahaan sekuritas yang mempunyai jaringan pemasaran yang cukup luas. Kami harap EBA-SP Ritel jadi pilihan alternatif investasi yang menarik dan juga aman," ungkapnya.

Sebagai informasi saja, EBA-SP Ritel merupakan produk investasi pendapatan tetap (fixed income) yang aman dengan likuiditas instrumen investasi yang cukup tinggi di mana penyelesaian (settlement) transaksi pembelian maupun penjualan produk investasi EBA-SP Ritel ini adalah T+1 sehingga nasabah dapat segera melakukan instruksi penarikan dana hasil penjualan setelah jatuh tempo settlement transaksi penjualan.

Adapun produk EBA-SP Ritel SMF yang akan dipasarkan oleh BNI Sekuritas adalah EBA-SP BTN 01 Kelas A dengan rating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan kupon bunga 8,6 persen per tahun dan dengan denominasi hanya Rp 100.000

EBA-SP SMF-BTN01 Kelas A tercatat pada bursa efek pada tanggal 3 Desember 2015 dengan tanggal jatuh tempo pada tanggal 7 Maret 2022.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Emiten keluhkan ketidakadilan soal iuran, ini respons OJK
WIKA raup laba Rp 632,52 miliar sepanjang semester I 2018, tumbuh 39,50 persen
Dibuka Menperin Airlangga, IHSG menguat 0,33 persen nyaris sentuh level 6.000
Salurkan kredit Rp 794 T, laba triwulan II BRI tumbuh 11 persen menjadi Rp 14,9 T
Semester I 2018, Indofood bukukan penjualan Rp 36 T dan laba Rp 1,96 T

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT