SMF: Kinerja EBA-SP Tetap Terjaga di Tengah Pandemi

SMF: Kinerja EBA-SP Tetap Terjaga di Tengah Pandemi
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu
UANG | 6 Juli 2020 10:34 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mencatatkan kinerja keuangan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) yang masih terjaga dengan baik. Selain itu kinerja Efek dengan rating idAAA tersebut masih tetap menjanjikan di tengah situasi pendemik Covid-19.

EBA-SP SMF memiliki return yang kompetitif yaitu berkisar antara 7 persen - 10 persen, hal ini terlihat dari historikal penerbitan EBA-SP, di mana Kupon EBA-SP Kelas A sebagai instrumen dengan rating triple A selalu berada di atas return deposito.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo menyampaikan, berdasarkan laporan keuangan EBA-SP audited EBA-SP SMF per 31 Desember 2019 yang telah dipublikasikan oleh Perseroan pada akhir bulan Juni 2020, terlihat kinerja EBA-SP yang masih menunjukkan performa yang baik, di mana masih lancarnya pembayaran kupon terhadap investor EBA-SP Kelas A.

Pada laporan perubahan aset bersih tampak masih adanya dividen sertifikat EBA-SP Kelas B. Kedua hal tersebut menunjukkan EBA-SP sebagai produk structured finance yang aman dan menguntungkan, karena telah distruktur sedemikian rupa sehingga terbentuk mekanisme perlindungan terhadap default bagi para investornya.

"Perlu diketahui juga bahwa, para investor Kelas B masih memperoleh hak pendapatan investasinya dengan diperolehnya dividen tadi, hal ini menunjukkan bahwa kinerja Pool KPR Underlying EBA masih baik, hal ini pula menunjukkan secara otomatis para investor Kelas A masih aman terlindungi dari risiko default. Saat ini pendapatan kelas B masih berkisar antara 10 persen -20 persen-an per tahun," kata Ananta dalam keterangan resminya, Senin (6/7).

Dengan kinerja EBA yang masih terus terjaga dengan baik, hal ini meyakinkan kepada investor bahwa EBA yang diterbitkan Perseroan dengan rating terbaik (triple A), merupakan sarana investasi yang sangat aman dan menguntungkan bagi investor, karena distruktur dengan sangat baik dan aman, sehingga risikonya lebih rendah dibandingkan dengan instrumen berpendapat tetap lainnya.

Terkait pengaruh kondisi pandemi covid-19 terhadap kinerja EBA-SP, Ananta mengakui bahwa memang sedikit banyak cukup memukul sektor properti, khususnya KPR. Hal tersebut terealisasi melalui kebijakan countercyclical Pemerintah untuk menstimulus perekonomian, salah satunya melalui pemberian holiday payment kepada para debitur KPR.

EBA-SP sebagai instrumen investasi yang bergantung terhadap arus kas dari angsuran KPR, juga tidak terlepas dari dampak tersebut. SMF selaku Penerbit EBA-SP tentunya telah menyiapkan langkah antisipasi mengenai kemungkinan terburuk dampaknya terhadap para investor akibat kebijakan tersebut.

"Pada prinsipnya EBA-SP telah distruktur dengan sangat baik, sehingga tercipta mekanisme perlindungan yang terbaik bagi para investornya. Disamping mekanisme perlindungan dari internal struktur EBA-SP itu sendiri, SMF selaku Penerbit juga memberikan mekanisme perlindungan terhadap investor, melalui penyediaan credit enhancement dalam bentuk jaminan satu kali pembayaran biaya senior dan kupon Kelas A. Mengingat ini merupakan kebijakan countercyclical, sehingga diharapkan tidak akan berkepanjangan, kami yakin EBA-SP masih sangat aman," papar Ananta.

Ananta optimis bahwa ke depannya para investor akan semakin confident akan efek ini, karena efek ini diterbitkan oleh SMF yang merupakan BUMN 100 persen dimiliki oleh pemerintah dengan peringkat idAAA dari Pefindo, baik secara Korporasi maupun Surat Utangnya.

Baca Selanjutnya: 13 Transaksi Sekuritisasi...

Halaman

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami